BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing dan masuk ke jaringan retail modern seperti Alfamidi dan Indomaret.
Langkah tersebut dinilai penting, untuk memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tengah masyarakat.
Kepala Bidang UMKM dan Koperasi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Hasyim, mengatakan, hingga saat ini baru tujuh UMKM di Berau yang berhasil memasarkan produknya di retail modern.
Produk yang dipasarkan didominasi sektor kuliner dengan beragam olahan pangan khas daerah. "Yang sudah masuk di retail modern antara lain produk abon sapi, sambal tuna, sambal kepiting, sari jahe, teri krispi, brownies krispi, kerupuk, jamu tradisional, dan beberapa produk olahan lainnya," katanya, belum lama ini.
Adapun produk yang berhasil menembus retail modern masih terbatas pada kategori makanan dan minuman. Produk-produk tersebut dinilai memiliki potensi pasar yang cukup besar, karena mampu memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari.
Meski begitu, ia mengakui tidak semua produk UMKM dapat langsung dipasarkan di retail modern. Setiap jaringan retail memiliki standar yang harus dipenuhi sebelum suatu produk dapat dipajang di rak penjualan.
"Memang harus ada penguatan terhadap persyaratan untuk masuk ke retail modern. Mereka memiliki standar tersendiri mengenai produk yang bisa dipasarkan," ujarnya.
Standar tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM. Pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kualitas produknya agar sesuai dengan ketentuan yang diterapkan retail modern.
Selain memperluas akses pasar, kehadiran produk lokal di gerai retail modern juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.
Produk UMKM Berau akan lebih mudah dikenal masyarakat karena memiliki ruang pemasaran yang lebih luas dibanding hanya mengandalkan penjualan secara langsung atau melalui toko-toko kecil.
Diskoperindag Berau pun terus mendorong semakin banyak pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk, mulai dari aspek mutu, kemasan hingga kelengkapan persyaratan yang dibutuhkan.
“Semakin banyak produk lokal Berau yang mampu bersaing dan mendapat tempat di jaringan retail modern,” ungkapnya.
Pun diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha, sekaligus memperkenalkan beragam produk unggulan Kabupaten Berau kepada masyarakat yang lebih luas.
Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengatakan, Pemkab Berau telah melakukan kerja sama dengan sejumlah pengusaha retail modern dan perhotelan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Guna memperluas pemasaran produk UMKM lokal agar memiliki akses pasar yang lebih luas.
“Dengan adanya perjanjian kerja sama ini, produk UMKM lokal diharapkan bisa naik kelas dan dikenal hingga ke luar daerah. Terutama produk-produk unggulan seperti cokelat Berau yang telah menjadi favorit,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi perkembangan UMKM di Kabupaten Berau yang dinilai mengalami kemajuan. Menurutnya, produk UMKM saat ini sudah memiliki kualitas yang baik, didukung kemasan yang semakin menarik serta semangat produksi yang tinggi dari para pelaku usaha.
“Produk UMKM Berau kini memiliki kualitas yang baik, kemasan yang menarik, dan semangat produksi yang tinggi, sehingga layak untuk dipasarkan di retail modern,” katanya.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM Berau untuk memperluas pemasaran sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas. (aja/sam)
Editor : Nurismi