Masih Didominasi Produk Pabrikan, Diskoperindag Berau Inisiasi PKS Produk Lokal dengan Resort

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 11:25 WIB
ILUSTRASI: Pengelola resort di kawasan pulau diminta menyediakan etalase khusus produk lokal untuk dipasarkan kepada wisatawan. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Pengelola resort di kawasan pulau diminta menyediakan etalase khusus produk lokal untuk dipasarkan kepada wisatawan. (IZZA/BP)

BERAU POST – Produk lokal Berau didorong untuk lebih banyak hadir di kawasan wisata, khususnya resort-resort yang berada di kepulauan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Koperasi dan UMKM, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Hasyim. 

Ia mengajak pelaku usaha resort menyediakan ruang khusus untuk menampilkan dan menjual produk panganan lokal kepada wisatawan.

Terlebih keberadaan etalase produk lokal di resort menjadi salah satu cara memperluas pemasaran bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Menurutnya, wisatawan yang datang ke Berau tidak hanya menikmati destinasi wisata, tetapi juga dapat membawa pulang produk khas daerah sebagai oleh-oleh atau hanya sekedar camilan saja.

Terlebih, selama ini masih banyak resort di kawasan pulau yang menyediakan makanan ringan atau produk kemasan pabrikan sebagai camilan bagi tamu. Padahal, produk lokal Berau juga memiliki potensi untuk dipasarkan melalui sektor pariwisata.

“Resort-resort di pulau itu yang disajikan di etalase mereka masih banyak snack-snack pabrik. Kenapa bukan produk-produk lokal?” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, sektor pariwisata dan UMKM perlu saling terhubung agar perputaran ekonomi dari kunjungan wisatawan juga dapat dirasakan pelaku usaha lokal.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah membangun kerja sama dengan pengelola resort melalui perjanjian kerja sama (PKS).

Melalui kerja sama tersebut, pengelola resort nantinya didorong untuk menyediakan tempat khusus yang menampilkan produk pangan lokal. Produk tersebut dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin membeli buah tangan selama berada di Berau.

“Memang harus ada jembatannya. Kami buat PKS, pemilik resort wajib men-display produk-produk panganan lokal. Sebagai oleh-oleh wisatawan yang menginap di resort, sehingga pemasaran produk lokal juga terbantu,” kata Hasyim.

Pihaknya saat ini juga tengah menyiapkan edaran berupa instruksi maupun imbauan kepada pelaku usaha resort, agar menyediakan satu sudut etalase khusus produk lokal.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM, terutama produsen makanan dan olahan lokal yang selama ini masih menghadapi keterbatasan dalam pemasaran.

Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih mendorong para pelaku UMKM di Berau untuk terus meningkatkan kualitas produk olahan yang dihasilkan.

Upaya tersebut tidak hanya agar bersaing di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga supaya memiliki peluang menembus pasar internasional.

Potensi UMKM Berau sangat besar karena didukung oleh beragam sumber daya alam dan kreativitas masyarakat.

Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan mutu produk, mulai dari kualitas bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran.

“Kualitas produk harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing di kelas yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ia menilai, persaingan dunia usaha saat ini semakin ketat sehingga pelaku UMKM dituntut mampu menghadirkan produk yang memiliki nilai tambah, serta mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. Inovasi juga menjadi salah satu kunci agar produk lokal tetap diminati konsumen.

“Keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kreativitas, tetapi juga komitmen pelaku usaha untuk mempertahankan mutu dan kesinambungan produksi,” terangnya. (aja/arp) 

Editor : Nurismi
umkm lokal Diskoperindag Berau