Dukung Swasembada Pangan Nasional, Pemkab Berau Gelar Gerakan Tanam Padi Serempak

Nurismi • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 13:00 WIB
TANAM SEREMPAK: Gerakan tanam padi dilaksanakan di Kampung Melati Jaya, Jumat (31/7), sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan. (IZZA/BP)
TANAM SEREMPAK: Gerakan tanam padi dilaksanakan di Kampung Melati Jaya, Jumat (31/7), sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan. (IZZA/BP)

BERAU POST – Kabupaten Berau menjadi pusat pelaksanaan Gerakan Tanam Padi Serempak Nasional di Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di lahan cetak sawah rakyat (CSR) Kampung Melati Jaya, Jumat (31/7).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan tanam serempak secara nasional seluas 50.000 hektare yang juga dipusatkan di Sulawesi Tenggara.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Muhammad Amin mengatakan, gerakan tanam serempak menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan produksi padi, sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

"Kami baru saja selesai melaksanakan gerakan tanam padi secara nasional yang dipusatkan di Sulawesi Tenggara, untuk Provinsi Kalimantan Timur dipusatkan di Kabupaten Berau, tepatnya di Kampung Melati Jaya," ujarnya.

Adapun proses tanam berjalan lancar dan diharapkan lahan seluas 111 hektare yang telah disiapkan dapat ditanami secara berkelanjutan.

"Kami berharap lahan yang 111 hektare ini terus-menerus ditanami sehingga produktivitas pertanian terus meningkat," katanya.

Dirinya sebagai Pj Brigade Pangan Provinsi Kaltim juga terus melakukan pendampingan terhadap Brigade Pangan maupun kelompok tani yang berada di Kabupaten Berau. Pendampingan dari Kementan akan terus dilakukan melalui penyuluh pertanian yang bertugas di daerah. 

Upaya tersebut juga melibatkan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) serta didukung kerja sama pemerintah daerah.

Amin turut mengapresiasi dukungan Pemkab Berau terhadap berbagai program pertanian yang dijalankan pemerintah pusat, khususnya program optimalisasi lahan (Oplah) dan CSR.

"Pemerintah daerah juga memberikan respons yang sangat baik terhadap program Oplah dan Cetak Sawah Rakyat di Berau," ungkapnya.

Lanjutnya, gerakan percepatan tanam akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, sekaligus mendukung program swasembada pangan yang berkelanjutan.

Selain pendampingan, pemerintah pusat juga menyalurkan berbagai bantuan bagi petani. Bantuan tersebut meliputi alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor, hand traktor, pompa air, serta benih yang telah diberikan kepada kelompok tani.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis berharap program tersebut mampu memperkuat kemandirian pangan di Kabupaten Berau.

Potensi lahan seluas 111 hektare dapat memberikan hasil optimal apabila dikelola dengan baik, serta didukung sarana mekanisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"Dengan didukung fasilitas dan mekanisasi seperti sekarang, ditambah peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk menghidupkan kembali petani milenial,” ujarnya.

Ia menilai peningkatan kualitas beras masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Hal tersebut dapat dilakukan melalui intensifikasi pertanian.

Mulai dari penggunaan pupuk yang tepat, pengendalian hama dan penyakit, hingga penerapan mekanisasi pertanian untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja.

Ia mencontohkan penggunaan drone untuk penyemprotan pupuk maupun pestisida yang dinilai jauh lebih efisien dibandingkan cara manual.

Jika sebelumnya penyemprotan satu hektare lahan membutuhkan waktu hingga satu hari, penggunaan drone mampu menyelesaikannya dalam waktu sekitar 10 menit.

"Jadi waktu jauh lebih efisien dan kebutuhan tenaga kerja juga berkurang karena terbantu dengan mekanisasi," jelasnya.

Pemkab Berau juga telah mendukung pengadaan alat pertanian melalui APBD Perubahan tahun lalu, termasuk pengadaan drone pertanian dengan nilai sekitar Rp 200 juta.

Di samping itu, sejumlah kelompok tani juga memperoleh bantuan alat pertanian dari pemerintah pusat melalui APBN sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Berau. (aja/arp) 

Editor : Nurismi
gerakan tanam padi serempak pemkab berau