Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Urai Kepadatan Penumpang, Dishub Berau Rancang Pemisahan Jalur Kedatangan di Dermaga Sanggam

Nurismi • Senin, 8 Juni 2026 | 14:10 WIB
PENGEMBANGAN DERMAGA: Dermaga Wisata Sanggam direncanakan ditambah dermaga kedatangan untuk mengurai kepadatan penumpang. (IZZA/BP)
PENGEMBANGAN DERMAGA: Dermaga Wisata Sanggam direncanakan ditambah dermaga kedatangan untuk mengurai kepadatan penumpang. (IZZA/BP)

BERAU POST – Dinas Perhubungan (Dishub) Berau berencana melakukan pengembangan di Dermaga Wisata Sanggam, sebagai upaya mengurai kepadatan arus penumpang yang selama ini terjadi. 

Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni mengatakan, kondisi di dermaga tersebut kerap mengalami kepadatan, karena aktivitas penumpang yang datang dan berangkat berlangsung pada waktu yang hampir bersamaan.

Selain pergerakan orang, lalu lintas barang bawaan penumpang juga turut menambah kepadatan di area dermaga.

Menurutnya, pemisahan jalur kedatangan dan keberangkatan menjadi salah satu solusi yang disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan dan kelancaran aktivitas di Dermaga Wisata Sanggam.

“Waktu orang masuk dan keluar beserta barang itu sangat crowded. Kami upayakan antara yang turun dengan yang naik, atau keberangkatan dan kedatangan akan kita pisahkan,” ujarnya, belum lama ini. 

Dermaga Wisata Sanggam merupakan salah satu pintu masuk utama bagi wisatawan yang hendak menuju kawasan wisata unggulan Kabupaten Berau, seperti Pulau Derawan dan Maratua.

Tingginya mobilitas penumpang pada musim liburan maupun akhir pekan membuat kebutuhan penataan fasilitas dermaga dinilai semakin mendesak.

“Barang penumpang nantinya akan ditempatkan di area tersendiri, sehingga tidak bercampur lagi dengan jalur orang berjalan,” jelasnya.

Ia menyebut, rencana pengembangan tersebut sebenarnya sudah lama masuk dalam usulan pemerintah daerah.

Salah satu fokus yang akan dibangun adalah penambahan dermaga khusus untuk kedatangan penumpang, agar aktivitas di pelabuhan wisata tersebut tidak menumpuk pada satu titik.

Dengan adanya dermaga kedatangan yang terpisah, diharapkan proses naik dan turun penumpang dapat berlangsung lebih tertib serta mengurangi potensi antrean maupun penumpukan orang dan barang.

Namun, hingga saat ini rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena masih terkendala ketersediaan anggaran.

Pihaknya mengakui kebutuhan pembangunan infrastruktur transportasi cukup banyak, sementara kemampuan keuangan daerah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini sudah direncanakan, tetapi belum mendapat porsi anggaran. Rencana penambahan dermaga ini sudah lama kita usulkan,” katanya.

“Tapi kami harus sadar diri, karena kondisi anggaran kita semakin tahun semakin turun. Kalau kami, semua tentu menjadi prioritas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Berau, Gamalis menyoroti masih bercampurnya angkutan penumpang dengan barang di dalam speedboat reguler.

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama, karena volume barang bawaan wisatawan kini semakin besar, terutama wisatawan luar daerah maupun mancanegara.

“Ada wisatawan membawa tas besar hingga tiga buah,” ungkapnya.

Selain barang bawaan umum, perlengkapan wisata bahari seperti alat diving juga dinilai menambah kapasitas muatan speedboat.

Karena itu, ke depan pemerintah akan mempertimbangkan pengaturan yang lebih baik terkait pemisahan angkutan orang dan barang. (aja/arp) 

Editor : Nurismi
#urai kepadatan #Dermaga Sanggam #Dishub Berau