Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Marak Kasus Orang Hilang di Berau, Disdamkarmat Larang Warga Masuk Hutan Sendirian!

Nurismi • Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:17 WIB
PENYELAMATAN: Tim gabungan saat melakukan penyelamatan korban hilang beberapa waktu lalu. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
PENYELAMATAN: Tim gabungan saat melakukan penyelamatan korban hilang beberapa waktu lalu. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Maraknya peristiwa orang hilang di wilayah Kabupaten Berau menjadi perhatian serius Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau.

Masyarakat yang beraktivitas di laut maupun hutan diminta lebih mengutamakan keselamatan guna mencegah kejadian serupa kembali terulang.

Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Disdamkarmat Berau, Moch Nur Alimi Zain, mengatakan bahwa pihaknya terus mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas seorang diri, terutama saat masuk ke kawasan hutan maupun melaut.

Menurutnya, risiko kecelakaan hingga tersesat akan semakin besar apabila seseorang bepergian tanpa rekan atau kelompok yang dapat membantu dalam kondisi darurat. 

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak pergi sendirian, khususnya saat masuk hutan. Paling tidak berangkat dalam kelompok kecil dua sampai tiga orang supaya ada yang bisa saling membantu jika terjadi sesuatu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, aktivitas mencari gaharu, berburu, hingga bekerja di kawasan hutan memang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.

Kondisi medan yang sulit, minim akses komunikasi, hingga cuaca yang tidak menentu sering menjadi kendala saat proses pencarian korban hilang dilakukan.

Selain itu, masyarakat yang bekerja sebagai nelayan juga diingatkan untuk selalu membawa alat komunikasi saat melaut.

Keberadaan alat komunikasi dinilai sangat penting karena dapat mempermudah proses pencarian apabila terjadi keadaan darurat di tengah laut.

“Kalau melaut, jangan lupa membawa alat komunikasi. Itu sangat penting karena ketika terjadi sesuatu atau hilang, tim lebih mudah melakukan pencarian melalui komunikasi tersebut,” katanya.

Nur Alimi mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir pihaknya beberapa kali terlibat dalam operasi pencarian orang hilang, baik di kawasan hutan maupun perairan laut Berau.

Peristiwa terbaru, kata dia, terjadi terhadap warga yang hilang di hutan kawasan Meraang serta nelayan yang sempat dinyatakan hilang di laut.

Beruntung dalam kedua kejadian tersebut korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan.

Meski demikian, ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dan memperhatikan faktor keselamatan sebelum beraktivitas. 

“Kita tidak bisa melarang masyarakat bekerja karena itu untuk mencari nafkah keluarga. Tapi setidaknya kami mengingatkan agar keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Ia menambahkan, kesiapan perlengkapan sebelum berangkat juga perlu diperhatikan, seperti membawa bekal yang cukup, alat penerangan, perlengkapan navigasi sederhana, hingga memastikan keluarga mengetahui lokasi tujuan.

Menurutnya, langkah antisipasi sederhana tersebut dapat membantu mempercepat proses pencarian apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

Disdamkarmat Berau juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari aparat keamanan, pemerintah kampung, relawan hingga masyarakat dalam setiap proses penyelamatan dan evakuasi. 

“Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya keselamatan saat beraktivitas di lapangan. Jangan menganggap sepele karena kondisi di hutan maupun laut bisa berubah sewaktu-waktu,” pungkasnya. (aky/hmd)

Editor : Nurismi
#Disdamkarmat Berau #kasus orang hilang