BERAU POST – Sebanyak 10 Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu resmi dilantik di Gedung Balai Mufakat, Rabu (8/4). Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari pergantian sejumlah camat di Kabupaten Berau.
Bupati Berau, Sri Juniarsih menyampaikan, ucapan selamat kepada para ketua yang baru dilantik serta menekankan pentingnya peran mereka dalam mendukung program pembangunan daerah, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada 10 Ketua TP PKK Kecamatan yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu kecamatan yang baru saja dilantik hari ini,” ujarnya.
Pelantikan ini merupakan bagian dari penyesuaian atas pergantian jabatan camat di sejumlah wilayah. Secara otomatis, perubahan tersebut turut berdampak pada posisi Ketua TP PKK Kecamatan dan Ketua Pembina Posyandu.
Ia berharap, para ketua yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ia menekankan, pentingnya peran TP PKK dan Posyandu sangat strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Diakui, sebagian besar yang dilantik merupakan ibu rumah tangga, namun ada pula yang berprofesi sebagai guru, pegawai bank, hingga karyawan perusahaan. Namun, ia optimistis seluruhnya mampu menjalankan tugas dengan baik.
“Saya berharap ibu-ibu dapat membagi waktu antara tugas rumah tangga, pekerjaan, serta mendukung peran suami, sekaligus menjalankan tanggung jawab sebagai Ketua TP PKK dan Ketua Posyandu,” katanya.
Ia menegaskan, pelaksanaan tugas tersebut tidak selalu membutuhkan waktu yang panjang, melainkan lebih kepada kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh anggota di tingkat kecamatan. Koordinasi yang efektif menjadi kunci keberhasilan program.
“Tidak harus selalu bertemu setiap saat. Namun, komunikasi harus tetap terjaga. Jika tidak bisa dilakukan secara daring, maka diupayakan dalam satu minggu ada pertemuan langsung untuk memastikan program berjalan sesuai target,” jelasnya.
Dirinya juga mengingatkan pentingnya menetapkan target kerja yang jelas serta melakukan evaluasi secara berkala. Setiap program yang dijalankan, kata dia, harus dapat diukur capaian dan dampaknya di masyarakat.
Bagi ketua yang mengalami mutasi antar kecamatan, ia meminta agar dapat segera beradaptasi dengan lingkungan baru.
Menurutnya, hal tersebut bukan menjadi kendala besar di tengah kemajuan teknologi saat ini yang memudahkan akses komunikasi dan koordinasi.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan terhadap isu stunting yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Berau. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Berau mencapai 34 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan masih berada di atas rata-rata nasional sebesar 20 persen.
“Ini menjadi tugas kita bersama. Angka 34 persen ini harus kita tekan dan turunkan. Peran TP PKK dan Posyandu sangat penting dalam menggerakkan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga memaparkan, berdasarkan data Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga (SIGIZIKESGA) tahun 2025, jumlah balita di Kabupaten Berau mencapai 23.105 anak.
Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 40,6 persen yang terdata dan terpantau melalui layanan Posyandu.
Artinya, masih terdapat sekitar 60 persen balita yang belum terjangkau layanan tersebut. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi.
“Kunjungan balita ke Posyandu masih rendah. Ini harus kita tingkatkan untuk memantau tumbuh kembang anak sekaligus memastikan mereka terbebas dari stunting,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sri Juniarsih menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan pembangunan daerah, khususnya di sektor kesehatan.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran TP PKK dan Posyandu, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, untuk menjadikan isu ini sebagai fokus utama.
Ia menargetkan, angka stunting di Kabupaten Berau dapat ditekan hingga mencapai target nasional sebesar 14 persen pada tahun 2029 mendatang.
“Saya sangat berharap dan menekankan agar persoalan stunting ini menjadi perhatian utama. Mari kita bersama-sama bekerja keras untuk mencapai target tersebut,” pungkasnya. (aja/hmd)
Editor : Nurismi