Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sulap Lada Lokal Jadi Produk UMKM : Didampingi Berau Coal, Kini Tembus Pasar Nasional

Nurismi • Rabu, 13 Mei 2026 | 07:25 WIB
MENDUNIA: Produk Sahang atau lada garapan Hamka Jamal berhasil menembus pasar dalam negeri. (SENO/BP)
MENDUNIA: Produk Sahang atau lada garapan Hamka Jamal berhasil menembus pasar dalam negeri. (SENO/BP)

BERAU POST – Dari sebuah esai beasiswa tentang bagaimana bentuk kontribusi bagi kampung halamannya, lahir sebuah semangat yang memberi napas baru bagi petani lada di Tumbit Dayak.

Hamka Jamal, pemuda lulusan manajemen agribisnis asal Desa Tumbit Sari, mengubah gagasan menjadi produk Sahangeo, UMKM kuliner berbasis lada yang menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Berau.

Sahangeo didirikan pada 2021 di Desa Tumbit Sari, Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung. Berangkat dari keprihatinan atas minimnya nilai tambah hasil pertanian lada lokal, Hamka bertekad membangkitkan kembali semangat petani setempat.

“Nama Sahangeo saya ambil dari kata ‘sahang’ yang artinya lada dalam Bahasa Berau dan ‘saranghaeyo’ yang artinya aku cinta kamu,” ujar Hamka.

Produk awal Sahangeo berupa lada bubuk. Namun seiring waktu ia membuat inovasi produk yaitu camilan kripik Pisang Batubara.

Perjalanan Hamka tak lepas dari berbagai tantangan seperti proses pengenalan produk baru, dan persaingan dengan merek sejenis.

Menanggapi hal tersebut, pada tahun 2022 PT Berau Coal dalam memperkuat dukungan Pemerintah Kabupaten Berau dalam pengembangan UMKM, hadir sebagai mitra pendamping bagi usaha Hamka. 

PT Berau Coal menunjang kebutuhan yang sebelumnya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Berau, Dukungan yang diberikan meliputi pendampingan legalitas seperti proses sertifikasi halal, fasilitasi pemasaran melalui Rumah Kemas Batiwakkal, serta pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital. 

Melalui pendampingan ini, Sahangeo dapat memenuhi standar pasar swalayan dan memperluas jangkauan dengan penjualan online dengan sosial media seperti Whatsapp, Instagram. Dukungan dari pemerintah daerah juga tidak lepas dari kemajuan usahanya.

Kini, Hamka mampu memproduksi sekitar 1.000 pcs lada bubuk setiap dua bulan, dan untuk produk snack miliknya mampu terjual 600 kemasan per bulannya. Bahkan produknya mampu menembus pasar nasional.

Mulai dari Rumah Kemas Batiwakkal, beberapa mini market di Berau, Hypermart Samarinda, Hypermart Balikpapan, Food Mart Samarinda & Balikpapan, Pusat Oleh-Oleh Galu Banjarmasin, Bintang Mart & Ar Rayhan Mart Banyuwangi, dan Warung Pojok Yu Peni di Kutoarjo.

“Menurut saya dampingan ini juga memberikan pemberdayaan kepada petani lada di kampung kami, dan ibu rumah tangga yang berdaya” kata Hamka. 

Ia menambahkan, akses ke sertifikasi dan pelatihan pemasaran digital membuat distribusi produk menjadi lebih mudah dan efisien dan membuka peluang peningkatan pendapatan bagi rantai pasok lokal.

Kini Hamka berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan menginspirasi inisiatif serupa di kabupaten Berau. 

“Harapan saya, kolaborasi ini bisa terus berlanjut dan menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis potensi lokal di Kabupaten Berau,” tutupnya. (sen/***/arp) 

 

Editor : Nurismi
#PT Berau Coal #umkm