Karhutla Kaltara Hanguskan Ribuan Hektare, Bulungan Jadi Daerah Terdampak Paling Parah

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 08:30 WIB
BERJIBAKU: Tim saat memadamkan api yang membakar lahan di salah satu wilayah di Kaltara. (DISHUT KALTARA/HRK)
BERJIBAKU: Tim saat memadamkan api yang membakar lahan di salah satu wilayah di Kaltara. (DISHUT KALTARA/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Utara (Kaltara) telah berdampak terhadap wilayah seluas 2.639,99 hektare.

Dari total luasan tersebut, Kabupaten Bulungan menjadi daerah dengan wilayah terdampak paling luas, mencapai lebih dari 2.500 hektare.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara Nur Laila mengatakan, berdasarkan status kawasannya, wilayah terdampak mencakup kawasan hutan produksi, hutan lindung, hingga areal penggunaan lain (APL).

Dari total 2.639,99 hektare, kawasan hutan produksi tercatat terdampak seluas 737,49 hektare. Sementara kawasan hutan lindung yang terdampak relatif kecil, yakni 2,50 hektare.

“Adapun luasan terbesar berada pada kategori areal penggunaan lain (APL) dengan luas mencapai 1.900 hektare. Besarnya luasan pada kawasan APL menjadi salah satu faktor utama yang membuat total wilayah terdampak karhutla di Kaltara mencapai ribuan hektare,” sebut dia, Minggu (6/9)

Jika dilihat berdasarkan wilayah administrasi kabupaten dan kota, Kabupaten Bulungan menjadi daerah dengan luasan terdampak paling besar. Luas wilayah terdampak karhutla di Bulungan mencapai 2.597,38 hektare.

Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan daerah lainnya. Kabupaten Malinau tercatat memiliki wilayah terdampak seluas 4,50 hektare, sedangkan Kabupaten Tana Tidung mencapai 6,25 hektare.

“Untuk Kota Tarakan mencatat luasan wilayah terdampak sebesar 31,86 hektare. Untuk Kabupaten Nunukan, dalam rekapitulasi tersebut tidak tercatat adanya luasan wilayah terdampak atau ditandai dengan angka nol,” bebernya.

Dari lima kabupaten/kota di Kaltara, Bulungan menyumbang porsi terbesar terhadap total luasan wilayah terdampak karhutla.

Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan penanganan kebakaran perlu menjadi perhatian serius, khususnya di wilayah yang memiliki hamparan lahan terdampak cukup luas.

Dishut Kaltara mencatat, total luasan tersebut merupakan akumulasi wilayah terdampak yang tersebar pada berbagai status kawasan.

“Data ini menjadi bagian penting dalam pemetaan kondisi karhutla di Kaltara sekaligus sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan dan pencegahan kebakaran di lapangan,” ujarnya.

Besarnya wilayah terdampak, terutama di Bulungan dan pada kawasan APL, juga memperlihatkan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan meluasnya titik api serta mencegah dampak yang lebih besar terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Dengan total mencapai 2.639,99 hektare, karhutla di Kaltara kini tidak hanya menjadi persoalan kebakaran kawasan hutan, tetapi juga menyangkut wilayah penggunaan lain yang memiliki luasan terdampak jauh lebih besar,” pungkasnya. (fai/udi)

 

Editor : Nurismi
Dishut Kaltara karhutla