Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Basahi Lapisan Gambut Terbakar, Satgas Karhutla Berau Gencarkan Operasi Darat Peat Injector

N
Penulis: Nurismi❯
TANGANI LAHAN GAMBUT: Bupati Berau, Sri Juniarsih telah memerintahkan BPBD Berau untuk melaksanakan upaya pemadaman dengan memanfaatkan alat Nozzle Suntik Gambut atau Peat Injector. (SENO/BP)
TANGANI LAHAN GAMBUT: Bupati Berau, Sri Juniarsih telah memerintahkan BPBD Berau untuk melaksanakan upaya pemadaman dengan memanfaatkan alat Nozzle Suntik Gambut atau Peat Injector. (SENO/BP)

Advertisement

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.

Salah satu langkah yang didorong adalah penggunaan Nozzle Suntik Gambut atau Peat Injector untuk mengantisipasi bara api yang masih bertahan di bawah permukaan tanah.

Upaya ini dilakukan sebagai langkah intervensi, menangani Karhutla di sejumlah lahan dengan karakteristik gambut, sembari menunggu kepastian armada water bombing dari BNPB maupun bantuan negara sahabat.

Advertisement

Di mana cara kerja alat ini, petugas secara manual berjalan dan menusuk nozzle ke lahan gambut, kemudian air dialirkan langsung ke dalam lahan gambut. 

Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan, dirinya telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau memaksimalkan penggunaan perangkat tersebut dalam penanganan karhutla. Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dilakukan terhadap api yang terlihat di permukaan.

“Saya sudah meminta BPBD memaksimalkan penggunaan Peat Injector,” ujarnya.

Advertisement

Sri menjelaskan, meskipun jumlah titik panas mulai menunjukkan penurunan, kondisi di lapangan masih perlu diwaspadai. Hal itu terlihat dari paparan asap yang masih dirasakan di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut, lanjutnya, perlu mendapat perhatian khusus apabila karhutla terjadi pada lahan gambut. Sebab, api di permukaan yang telah berhasil dipadamkan belum tentu menandakan kebakaran benar-benar selesai.

“Bisa saja api di atas tanah sudah padam, tetapi panas di bawah tanah masih membara,” jelasnya.

Karena itu, penggunaan Peat Injector dinilai dapat menjadi salah satu upaya untuk menjangkau sumber panas yang berada di dalam lapisan gambut.

Advertisement

Artikel Terkait

Dampak Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA di Berau Melesat Naik Peringkat Kedua

Dampak Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA di Berau Melesat Naik Peringkat Kedua

Wabup Gamalis ungkap kasus ISPA melonjak tiga kali lipat setelah temuan partikel PM2.5 di ruangan.

Waspada Karhutla di Pesisir Berau, BPBD Minta Warga Tak Lakukan Pembukaan Lahan Dibakar

Waspada Karhutla di Pesisir Berau, BPBD Minta Warga Tak Lakukan Pembukaan Lahan Dibakar

Kepala BPBD Masyhadi Muhdi sebut peralihan musim belum merata buat pesisir rawan titik kebakaran.

Perkuat Sarpras dan Redkar Kampung, Disdamkarmat Berau Usulkan Anggaran Sebesar Rp 11,5 Miliar

Perkuat Sarpras dan Redkar Kampung, Disdamkarmat Berau Usulkan Anggaran Sebesar Rp 11,5 Miliar

Sekretaris Hery Irwan sebut pengadaan pompa jinjing hingga APD difokuskan untuk tingkatkan SPM penanganan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer