Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sejarah Terukir! Kaltara Perdana Ekspor Langsung Hasil Perikanan ke Hongkong Tanpa Transit

Nurismi • Senin, 11 Mei 2026 | 08:55 WIB
PENGAWASAN: Petugas BKHIT Kaltara mengecek ikan yang akan di ekspor menuju Hongkong. (BKHIT KALTARA UNTUK HRK)
PENGAWASAN: Petugas BKHIT Kaltara mengecek ikan yang akan di ekspor menuju Hongkong. (BKHIT KALTARA UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Untuk pertama kalinya dalam sejarah perdagangan Kalimantan Utara, komoditas perikanan unggulan daerah berhasil dikirim langsung ke pasar internasional tanpa transit melalui daerah lain. 

Pengiriman perdana menuju Hongkong tersebut menjadi penanda terbukanya jalur ekspor langsung dari Tarakan ke luar negeri. Sekaligus memperkuat posisi Kaltara sebagai pintu perdagangan ekspor di wilayah perbatasan.

Ekspor langsung itu diberangkatkan melalui Bandara Juwata Tarakan menggunakan maskapai My Indo Airlines dengan tujuan Hongkong. 

Komoditas yang dikirim berupa fresh pomfret fish dan daggertooth pike conger milik perusahaan eksportir PT Royal Phinisi Julian.

Sebanyak 25 box hasil perikanan dengan total berat bersih mencapai 628 kilogram diterbangkan langsung menuju pasar internasional. 

Pengiriman tersebut difasilitasi Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama instansi terkait dan pelaku usaha ekspor.

Kepala BKHIT Kaltara Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan, ekspor langsung perdana itu menjadi tonggak penting dalam sejarah perdagangan Kalimantan Utara. Karena membuka akses baru bagi komoditas unggulan daerah untuk menembus pasar global secara langsung.

“Ekspor langsung perdana ini menjadi tonggak bersejarah bagi Kalimantan Utara karena untuk pertama kalinya komoditas unggulan daerah dapat dikirim langsung menuju pasar global,” ujarnya.

Menurut Ichi, pembukaan jalur ekspor langsung menunjukkan bahwa Kaltara kini dinilai siap memenuhi standar perdagangan internasional. Baik dari sisi kualitas produk, sistem pengawasan mutu, maupun persyaratan perkarantinaan.

Ia memastikan seluruh komoditas yang diberangkatkan telah melalui proses pemeriksaan dan memenuhi ketentuan kesehatan, keamanan pangan, serta regulasi negara tujuan ekspor.

“Kami memastikan seluruh komoditas yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan kesehatan, keamanan pangan, dan ketentuan negara tujuan. Sehingga produk asal Kalimantan Utara mampu bersaing di pasar internasional,” terangnya.

Selama ini, sebagian besar komoditas ekspor dari Kaltara harus melalui daerah lain sebelum diberangkatkan ke luar negeri. Kondisi tersebut membuat biaya logistik lebih tinggi dan waktu distribusi menjadi lebih panjang.

Dengan dibukanya jalur penerbangan ekspor langsung dari Tarakan ke Hongkong, proses pengiriman dinilai akan menjadi lebih cepat dan efisien. Dampaknya, daya saing produk perikanan asal Kaltara juga diperkirakan meningkat.

“Dengan adanya jalur penerbangan langsung untuk ekspor, proses distribusi menjadi lebih efektif dan efisien. Ini akan berdampak pada peningkatan daya saing produk perikanan asal Kalimantan Utara,” ujarnya. 

Ia menilai keberhasilan ekspor perdana tersebut tidak hanya berdampak bagi perdagangan internasional. Tetapi juga membuka peluang peningkatan nilai tambah bagi pelaku usaha lokal, nelayan, hingga sektor perikanan daerah secara keseluruhan.

Ke depan, BKHIT Kaltara berharap semakin banyak komoditas unggulan daerah yang dapat dipasarkan ke luar negeri melalui jalur ekspor langsung dari Tarakan.

“Harapannya, semakin banyak komoditas unggulan Kalimantan Utara yang dapat menembus pasar internasional melalui jalur ekspor langsung dari Tarakan,” lanjutnya.

Menurut Ichi, keberadaan jalur ekspor langsung tersebut sekaligus memperkuat posisi Kaltara sebagai salah satu gerbang perdagangan ekspor Indonesia di kawasan perbatasan. 

Langkah ini menjadi bukti Kalimantan Utara kini semakin siap tampil sebagai gerbang baru perdagangan ekspor Indonesia di kawasan perbatasan dan berkontribusi. Dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#Balai Karantina Kaltara #pengiriman langsung #Perdana #ekspor