Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Inflasi Kaltara Tembus 3,12 Persen di Maret 2026, Kelompok Perawatan Pribadi Jadi Penyumbang Tertinggi

Beraupost • Sabtu, 4 April 2026 | 08:30 WIB
ILUSTRASI: Telur ayam ras menjadi komoditas yang paling dominan mendorong inflasi tahunan. (HRK)
ILUSTRASI: Telur ayam ras menjadi komoditas yang paling dominan mendorong inflasi tahunan. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Kalimantan Utara mencatatkan inflasi tahunan 3,12 persen pada Maret 2026. Angka itu cerminan dari naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) yang bergerak dari 106,36 pada Maret 2025 menjadi 109,68 setahun kemudian. 

Adapun inflasi bulanan tercatat 0,57 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 1,14 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mustaqim menyatakan, kenaikan harga terjadi hampir di seluruh kelompok pengeluaran berdasarkan hasil pemantauan di tiga kabupaten dan kota di Kaltara sepanjang Maret 2026. 

“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan," ujarnya, Jumat (3/4). 

Dari seluruh kelompok yang dipantau, perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tahunan tertinggi. Yakni 14,60 persen dengan andil 1,08 persen terhadap angka inflasi umum. 

Lonjakan signifikan juga terjadi pada kelompok kesehatan yang mencatatkan inflasi 8,01 persen. Disusul perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 6,67 persen. Serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,63 persen. 

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut memberikan tekanan dengan inflasi tahunan 1,44 persen. Sementara transportasi naik 0,87 persen, rekreasi dan olahraga 1,25 persen, serta pendidikan 0,72 persen,” sebutnya. 

Di sisi lain, tidak semua kelompok bergerak naik. Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru mencatatkan deflasi 0,37 persen, diikuti kelompok perlengkapan dan peralatan rumah tangga turun 0,41 persen, serta pakaian dan alas kaki yang hanya bergerak tipis 0,01 persen. 

Ia menyebut, emas perhiasan, tarif listrik, tarif air minum PAM, daging ayam ras, tarif rumah sakit, beras, ikan bandeng, telur ayam ras, dan angkutan udara menjadi komoditas yang paling dominan mendorong inflasi tahunan. 

“Sebaliknya, cabai rawit, jagung manis, sawi hijau, kangkung, bawang putih, tomat, dan kacang panjang justru menjadi penahan laju inflasi,” terangnya. 

Untuk tekanan inflasi bulanan, cabai rawit sebagai faktor utama, bersama daging ayam ras, angkutan udara, telur ayam ras, tomat, bensin, dan kue basah.

Sementara emas perhiasan, sawi hijau, kangkung, dan angkutan laut menjadi komoditas penekan inflasi di bulan tersebut. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#telur ayam #inflasi #Kaltara