Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bentrok Belanda vs Jepang di Piala Dunia 2026 Jadi Saksi Warisan Van Persie dan Kagawa

Nurismi • Senin, 15 Juni 2026 | 06:05 WIB
Shinji Kagawa dan Robin Van Persie saat berseragam Manchester United. (Istimewa)
Shinji Kagawa dan Robin Van Persie saat berseragam Manchester United. (Istimewa)

PpBERAU POST - Pertemuan Belanda dan Jepang di fase grup Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak cerita menarik. 

Selain duel dua tim dengan karakter permainan yang berbeda, laga ini juga mengingatkan publik pada dua sosok yang pernah berbagi ruang ganti di Manchester United, yakni Robin van Persie dan Shinji Kagawa.

Meski keduanya sudah lama meninggalkan panggung internasional, pengaruh mereka masih terasa dalam identitas sepak bola negara masing-masing.

Van Persie dan Kagawa seolah menjadi simbol perjalanan Belanda dan Jepang menuju level yang mereka tempati saat ini.

Jika Manchester United musim 2012/2013 diibaratkan sebuah film, maka Robin van Persie adalah pemeran utamanya. 

Didatangkan dari Arsenal dengan ekspektasi besar, striker asal Belanda itu langsung menjawab kepercayaan dengan performa luar biasa.
 
Van Persie mencetak 26 gol di Premier League dan menjadi faktor utama keberhasilan Manchester United meraih gelar liga ke-20 mereka. 

Salah satu momen paling dikenang tentu saja hattrick ke gawang Aston Villa yang memastikan gelar juara lebih awal bagi tim asuhan Sir Alex Ferguson.

Karakter Van Persie yang klinis, efektif, dan mampu memaksimalkan peluang sekecil apa pun masih sering dikaitkan dengan gaya bermain Belanda hingga sekarang. 

Tim Oranje di Piala Dunia 2026 tetap mempertahankan ciri khas yang sama, yakni permainan yang rapi, teknikal, dan sangat berbahaya ketika menemukan ruang di lini pertahanan lawan.

Di sisi lain, Jepang memiliki cerita berbeda melalui sosok Shinji Kagawa. Meski tidak mendapatkan sorotan sebesar Van Persie di Old Trafford, kontribusinya tetap memiliki nilai historis yang penting.

Kagawa tercatat sebagai pemain Asia pertama yang mencetak hattrick di Premier League saat membantu Manchester United mengalahkan Norwich City dengan skor 4-0 pada Maret 2013. 

Pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting bagi pemain-pemain Asia yang ingin membuktikan diri di kompetisi terbaik dunia.

Lebih dari sekadar statistik, Kagawa menjadi representasi generasi Jepang yang berhasil mengubah pandangan dunia terhadap sepak bola Asia.

Ia membuka jalan bagi semakin banyak pemain Jepang untuk tampil dan dipercaya di klub-klub elite Eropa.

Nilai-nilai yang dibawa Kagawa masih terlihat dalam skuad Jepang saat ini. Disiplin, organisasi permainan yang kuat, serta keberanian menghadapi tim-tim besar menjadi identitas yang terus dipertahankan hingga Piala Dunia 2026.

Karena itu, ketika Belanda dan Jepang bertemu di panggung terbesar sepak bola dunia, laga tersebut tidak hanya mempertemukan dua negara.

Di balik pertandingan itu juga tersimpan jejak dua mantan rekan setim Manchester United yang pernah meninggalkan warisan berbeda.

Van Persie menjadi simbol kualitas individu yang melekat pada Belanda. Sementara Kagawa menjadi lambang evolusi sepak bola Jepang yang kini tidak lagi dipandang sebagai kuda hitam, melainkan salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di level dunia.

Editor : Nurismi
#jepang #piala dunia 2026 #belanda