Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Profil Putu Ekayana: Sang Jenderal Pertahanan Baru dan Kapten Masa Depan Timnas Indonesia U-17

Nurismi • Kamis, 16 April 2026 | 06:55 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia Putu Ekayana Yoga Pratama berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Timor Leste pada pertandingan penyisihan grup A ASEAN U-17 Boys Championship atau AFF U-17 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Senin (13/4/2026). (Riana Setiawan / Jawa Pos)
Pesepak bola Timnas Indonesia Putu Ekayana Yoga Pratama berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Timor Leste pada pertandingan penyisihan grup A ASEAN U-17 Boys Championship atau AFF U-17 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Senin (13/4/2026). (Riana Setiawan / Jawa Pos)

BERAU POST - Nama Putu Ekayana kini semakin dikenal di kalangan pecinta sepak bola Indonesia, khususnya di level usia muda.

Bek tengah muda asal Bali itu tengah menjadi sorotan setelah dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia U-17 dalam ajang internasional terbaru.
 
Kepercayaan tersebut tidak datang secara instan. Perjalanan Putu di dunia sepak bola usia muda cukup panjang, mulai dari pembinaan di akademi hingga akhirnya menembus skuad nasional.
 
Ia dikenal sebagai pemain dengan karakter tenang, disiplin, dan memiliki kemampuan membaca permainan yang baik di lini belakang.
 
Di bawah arahan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto, Putu mendapatkan peran penting sebagai pemimpin tim.

Tugas sebagai kapten di usia muda tentu menjadi tantangan tersendiri, namun juga menjadi bukti besarnya kepercayaan staf pelatih terhadap dirinya.
 
Dalam beberapa pertandingan terakhir, Putu tampil konsisten menjaga lini pertahanan. Ia bukan hanya fokus pada tugas bertahan, tetapi juga aktif mengatur organisasi permainan dari belakang.

Komunikasinya dengan rekan setim membuat lini pertahanan Timnas U-17 terlihat lebih rapi dan terstruktur.
Performa tersebut membuatnya dianggap sebagai salah satu bek muda potensial yang dimiliki Indonesia saat ini.

Apalagi, ia berasal dari jalur pembinaan yang juga melahirkan sejumlah pemain bertahan berkualitas dari Pulau Bali.
Menariknya, Putu kini disebut sebagai bagian dari regenerasi bek Bali yang cukup kuat di Timnas kelompok usia.

Ia mengikuti jejak dua nama yang lebih dulu dikenal, yaitu Putu Panji dan Kadek Arel, yang sama-sama berposisi sebagai bek tengah dan dipercaya menjadi pemimpin di tim masing-masing level usia.
 
Fenomena ini menunjukkan bahwa Bali terus konsisten melahirkan pemain bertahan yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga matang secara mental.

Hal ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola nasional, terutama dalam sektor pertahanan.
 
Putu sendiri dikenal sebagai pemain yang tidak banyak berbicara di luar lapangan, tetapi cukup vokal saat berada di dalam pertandingan.

Ia mampu memberikan instruksi kepada rekan setim dan menjaga fokus tim tetap stabil, terutama dalam situasi tekanan tinggi.
 
Perjalanan Putu Ekayana juga menjadi bukti bahwa jalur akademi tetap menjadi fondasi penting dalam pembentukan pemain muda Indonesia.

Dari akademi hingga Timnas, proses panjang tersebut membentuk karakter dan mental bertanding yang dibutuhkan di level internasional.

Meski sudah dipercaya sebagai kapten, Putu tetap menunjukkan sikap rendah hati. Ia menyadari bahwa perjalanan kariernya masih panjang dan banyak hal yang harus ia pelajari untuk bisa berkembang lebih jauh di masa depan.

Dengan usia yang masih sangat muda, peluang Putu untuk berkembang masih terbuka lebar. Jika konsistensi dan performanya terus terjaga, bukan tidak mungkin ia akan menjadi bagian penting dari regenerasi pemain belakang Indonesia di level yang lebih tinggi.
 
Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana Putu akan melanjutkan perannya sebagai pemimpin di Timnas Indonesia U-17.
 
Harapan besar tentu disematkan agar ia mampu membawa tim tampil lebih solid dan berprestasi di ajang internasional mendatang.
 
 
 

Editor : Nurismi
#PIALA AFF U17 #U 17 #kapten #Timnas Indonesia