Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tembus 5.541 Kasus, Dinkes Kaltara Catat Tarakan dan Bulungan Penyumbang ISPA Tertinggi Daerah

N
Penulis: Nurismi❯
JADI PERHATIAN: Kasus ISPA masih terus dipantau Dinas Kesehatan Kaltara. Sampai saat ini Bulungan salah satu yang tertinggi dalam penanganan kasus ISPA di Kaltara. (FAISAL/HRK)
JADI PERHATIAN: Kasus ISPA masih terus dipantau Dinas Kesehatan Kaltara. Sampai saat ini Bulungan salah satu yang tertinggi dalam penanganan kasus ISPA di Kaltara. (FAISAL/HRK)

Advertisement

HARIAN RAKYAT KALTARA — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencapai 5.541 kasus selama periode pemantauan Agustus hingga Oktober 2026. 

Kota Tarakan menjadi wilayah dengan jumlah penderita tertinggi, disusul Kabupaten Bulungan. Dinas Kesheatan (Dinkes) Kaltara mencatat Tarakan menyumbang 3.078 kasus atau 55,55 persen dari keseluruhan kasus ISPA. Sementara itu, Bulungan mencatat 1.680 kasus atau 30,32 persen. 

Tiga kabupaten lainnya melaporkan jumlah kasus yang lebih rendah. Kabupaten Tana Tidung mencatat 415 kasus, Kabupaten Malinau sebanyak 219 kasus, sedangkan Nunukan melaporkan 149 kasus. 

Advertisement

“Tingginya jumlah kasus di Tarakan dan Bulungan membuat kedua wilayah tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan gangguan pernapasan selama periode tersebut. Secara keseluruhan, kasus yang tercatat tersebar di lima kabupaten dan kota di Kaltara,” terang Kepala Dinkes Kaltara Usman, Rabu (21/10). 

Data yang dihimpun melalui pengawasan epidemiologi, menunjukkan bahwa dampak kesehatan selama periode pemantauan perlu dilihat berdasarkan persebaran wilayah dan perkembangan kasus dari waktu ke waktu.

Laporan tersebut juga mencatat adanya paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam periode pemantauan. 

Advertisement

“Kondisi itu menjadi bagian dari latar belakang pengawasan kesehatan. Khususnya terhadap keluhan yang berkaitan dengan sistem pernapasan,” jelasnya. 

Angka kasus ISPA yang tercatat tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh penderita mengalami gangguan kesehatan akibat asap karhutla.

Data tersebut menunjukkan jumlah kasus yang terpantau selama periode laporan. Sedangkan penetapan penyebab pada setiap penderita memerlukan informasi klinis dan epidemiologis yang sesuai. 

“Dari sisi penanganan, pelayanan kesehatan tetap dilaksanakan melalui puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Pemantauan kasus gangguan pernapasan serta keluhan kesehatan yang berkaitan dengan paparan asap juga perlu diteruskan sesuai kondisi masing-masing wilayah,” ujarnya. 

Advertisement

Artikel Terkait

Dampak Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA di Berau Melesat Naik Peringkat Kedua

Dampak Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA di Berau Melesat Naik Peringkat Kedua

Wabup Gamalis ungkap kasus ISPA melonjak tiga kali lipat setelah temuan partikel PM2.5 di ruangan.

Dominasi Kasus ISPA Kaltara, Dinkes Catat Usia di Atas Lima Tahun Tembus 69,88 Persen Penderita

Dominasi Kasus ISPA Kaltara, Dinkes Catat Usia di Atas Lima Tahun Tembus 69,88 Persen Penderita

Kadinkes Usman paparkan akumulasi 5.541 kasus gangguan pernapasan serta penanganan balita di puskesmas.

Dampak Kabut Asap, Dinkes Kaltara Catat Kasus ISPA Melonjak Tajam Capai 1.361 Seminggu

Dampak Kabut Asap, Dinkes Kaltara Catat Kasus ISPA Melonjak Tajam Capai 1.361 Seminggu

Kadinkes Usman sebut akumulasi kasus tembus 5.541 orang dengan angka tertinggi ditemukan di Tarakan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer