Dampak Kabut Asap, Dinkes Kaltara Catat Kasus ISPA Melonjak Tajam Capai 1.361 Seminggu

HARIAN RAKYAT KALTARA– Perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan lonjakan tajam pada awal September 2026.
Berdasarkan laporan pemantauan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, jumlah kasus pernah mencapai 1.361 dalam satu pekan ini. Angka tersebut menjadi yang tertinggi selama rentang pengamatan selama kabut asap terjadi.
Kepala Dinkes Kaltara Usman mengatakan, berdasarkan laporan epidemiologi, dinamika kasus mingguan menjadi salah satu aspek penting.
Untuk diperhatikan dalam mengevaluasi kebutuhan pelayanan kesehatan dan menentukan tindak lanjut sesuai kondisi di lapangan.
Selama periode Agustus hingga Oktober 2026, akumulasi kasus ISPA di Kaltara mencapai 5.541 kasus.
"Kota Tarakan mencatat jumlah tertinggi dengan 3.078 kasus, disusul Kabupaten Bulungan sebanyak 1.680 kasus. Adapun Kabupaten Tana Tidung melaporkan 415 kasus, Malinau 219 kasus, dan Nunukan 149 kasus,” sebut dia, Jumat (30/10).
Laporan tersebut menempatkan paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ssebagai konteks penting dalam pengawasan gangguan kesehatan selama periode pemantauan.
Meski begitu, data tren mingguan tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh kenaikan kasus disebabkan langsung oleh asap.
Dinkes mencatat pelayanan tetap berjalan melalui puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.
"Rencana tindak lanjut mencakup kelanjutan surveilans ISPA dan keluhan terkait asap, edukasi perlindungan dari paparan asap. Serta pemenuhan obat dan sarana pelayanan sesuai kebutuhan,” ungkapnya.


