Antisipasi Dampak Kabut Asap, Wakil Bupati Berau Pastikan Ketersediaan Stok Oksigen Medis Aman

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 11:46 WIB
TINJAU: Wakil Bupati Berau, Gamalis, meninjau ketersediaan oksigen dan dipastikan masih aman untuk kebutuhan fasilitas kesehatan. (IZZA/BP)
TINJAU: Wakil Bupati Berau, Gamalis, meninjau ketersediaan oksigen dan dipastikan masih aman untuk kebutuhan fasilitas kesehatan. (IZZA/BP)
BERAU POST – Ketersediaan oksigen untuk kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Berau dipastikan masih aman di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan, pasokan oksigen yang tersedia saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan puskesmas maupun rumah sakit yang ada di Bumi Batiwakkal.

Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan untuk memastikan ketersediaannya tidak terganggu apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan kebutuhan.

“Melihat kondisi ketersediaan suplai oksigen, alhamdulillah dapat mencukupi kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Berau. Produsen juga siap stand by ketika sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujarnya saat meninjau ketersediaan oksigen pada produsen Harapan Prima Jaya, Kamis (3/9).

Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi, menyusul meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang salah satunya berkaitan dengan paparan asap karhutla.

Selain pasokan oksigen, ketersediaan obat-obatan di puskesmas juga masih mencukupi. Persediaan tersebut telah disiapkan untuk mengantisipasi apabila terjadi peningkatan jumlah pasien dalam beberapa pekan ke depan.

Menurutnya, kesiapan stok tidak hanya menyangkut jumlah oksigen, tetapi juga ketersediaan tabung yang digunakan untuk distribusi ke fasilitas kesehatan. Karena itu, pemantauan terhadap tabung oksigen perlu dilakukan secara berkala.

“Kami harus memantau ketersediaan tabung oksigen. Jadi ketika puskesmas dan rumah sakit kita membutuhkan, kita sudah ada,” jelasnya.

Ia menambahkan, jajaran puskesmas juga telah diminta menyiapkan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya, juga harus diikuti dengan kewaspadaan masyarakat. “Kita juga harus mawas diri,” tegasnya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Penyelenggara Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Kampung Bugis, Datik Yuli Darwati, memastikan ketersediaan oksigen di tempatnya bertugas cukup untuk kebutuhan pasien. Pengisian ulang pun dilakukan sebelum persediaan kosong.

“Untuk saat ini cukup, kami tidak pernah sampai habis. Sebelum kosong sudah kami isi,” ujarnya.

Ditegaskannya, penyediaan oksigen merupakan tanggung jawab pihak puskesmas, sehingga tidak perlu mengajukan kepada Dinkes Berau. Jumlah penggunaan pun menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Dijelaskan, kebutuhan oksigen setiap pasien tidak sama. Pasien yang hanya menjalani observasi singkat, tentu menggunakan oksigen lebih sedikit.

“Kalau rata-rata kasusnya tidak berat, stok oksigen yang besar bisa sampai satu bulan,” katanya.

Datik menambahkan, sebagian besar pasien yang datang dengan keluhan sesak napas bukan disebabkan ISPA, melainkan memiliki riwayat asma. Karena itu, penanganan yang diberikan lebih banyak menggunakan nebulizer dibandingkan terapi oksigen.

Adapun Direktur Harapan Prima Jaya, Henderi, memastikan produksi oksigen di tempatnya masih berjalan normal.

Sebagai produsen oksigen yang menyuplai kebutuhan fasilitas kesehatan di Berau, produksi dilakukan setiap hari dengan menyesuaikan permintaan.

“Produksi tetap setiap hari menyesuaikan kebutuhan. Permintaan sampai hari ini masih normal. Puskesmas juga rutin melakukan pengisian di hari-hari biasa,” ungkapnya.

Adapun kerja sama dalam penyediaan oksigen dengan fasilitas kesehatan di Berau telah berlangsung cukup lama, bahkan sejak sebelum pandemi Covid-19. Pasokan tidak hanya diberikan kepada puskesmas, tetapi juga rumah sakit dan sejumlah klinik swasta.

Pun pihaknya tetap menyiagakan operasional selama 24 jam apabila terjadi kondisi yang membutuhkan tambahan pasokan oksigen secara cepat.

Kini juga dijelaskannya, mesin produksi tetap dalam kondisi siaga, sementara cadangan mesin dan suku cadang juga tersedia apabila terjadi gangguan teknis.

Tidak hanya itu, perusahaan juga menyiapkan generator set (genset) sebagai sumber listrik cadangan untuk memastikan produksi tidak berhenti, apabila terjadi gangguan pasokan listrik. (aja/sam)

Editor : Nurismi
kabut asap oksigen medis pemkab berau