Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap Karhutla Meningkat, Dinkes Berau Catat Tiga Ribu Kasus ISPA

N
Penulis: Nurismi❯
ILUSTRASI: Dinkes Berau catat ribuan kasus ISPA di tengah karhutla, sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap kabut asap. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Dinkes Berau catat ribuan kasus ISPA di tengah karhutla, sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap kabut asap. (IZZA/BP)

Advertisement

BERAU POST – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau mencatat sebanyak 3.288 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang terlapor berdasarkan laporan dari 21 puskesmas di Berau.

Ribuan kasus tersebut tercatat di tengah meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap kualitas udara di Bumi Batiwakkal.

Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, menyebut, dari total 3.288 kasus, sebanyak 2.533 kasus tercatat sepanjang Juli 2026. Sementara 755 kasus lainnya terjadi pada minggu pertama Agustus 2026.

Advertisement

Ia mengatakan angka tersebut masih bersifat sementara. “Jumlah kasus ISPA diperkirakan masih dapat bertambah apabila karhutla terus meningkat,” katanya belum lama ini.

Sebutnya, asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan dapat mengganggu saluran pernapasan. Kondisi itu membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Dinkes Berau mengimbau masyarakat menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan ketika kondisi udara sedang buruk.

Advertisement

Selain itu, pintu dan jendela rumah dianjurkan tetap tertutup untuk mengurangi masuknya asap. Masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

“Menjaga kondisi tubuh juga penting dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga ringan secara teratur, serta mendapatkan waktu istirahat yang cukup,” terangnya.

Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir juga perlu tetap diterapkan. Pun masyarakat diminta mengenali sejumlah gejala ISPA yang dapat muncul akibat gangguan saluran pernapasan. Di antaranya batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas hingga demam.

“Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat harus segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” paparnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Titik Api Kebakaran Hutan dan Lahan di Berau Kian Merambat Jauh Masuk ke Dalam

Titik Api Kebakaran Hutan dan Lahan di Berau Kian Merambat Jauh Masuk ke Dalam

Wakil Bupati Gamalis sebut jangkauan pemadaman manual terbatas karena jarak capai ratusan meter.

Kabut Asap Kembali Selimuti Tarakan, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat Peningkatan PM2,5

Kabut Asap Kembali Selimuti Tarakan, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat Peningkatan PM2,5

Kabid DLH Chaizir Zain sebut Indeks Standar Pencemar Udara capai angka seratus satu sejak subuh.

Kualitas Udara Kategori Sedang, Pemkab Berau Kembali Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Kualitas Udara Kategori Sedang, Pemkab Berau Kembali Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Asisten I Hendratno sebut kebijakan ini acu pada hasil ukur ISPU serta surat edaran menteri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer