Jaga Kualitas Hasil Panen Petani, DTPHP Berau Usulkan Bantuan Dryer Ke Pusat

Nurismi • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 13:40 WIB
BUTUH DUKUNGAN: Untuk mendukung sektor pertanian di Kabupaten Berau, dibutuhkan alat dan sarana produksi seperti Combine Harvester hingga Dryer. (SENO/BP)
BUTUH DUKUNGAN: Untuk mendukung sektor pertanian di Kabupaten Berau, dibutuhkan alat dan sarana produksi seperti Combine Harvester hingga Dryer. (SENO/BP)

BERAU POST – Kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) masih menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Berau.

Selain bantuan Combine Harvester, petani juga diketahui membutuhkan mesin pengering gabah atau dryer berkapasitas besar, agar kualitas hasil panen tetap terjaga dan memenuhi standar penyerapan Bulog.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, mengatakan, dukungan pemerintah pusat masih sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan alsintan tersebut.

Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah membuat pengadaan alat tertentu belum dapat dilakukan melalui APBD.

“Support dari pemerintah pusat sangat kami harapkan,” ujarnya Kamis (30/7).

Lita menegaskan, selain bantuan alat, semangat kelompok tani juga harus terus diperkuat, agar program peningkatan produksi pangan dapat berjalan optimal.

Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga pada kesiapan petani dalam memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

“Yang terpenting semangat kelompok tani harus terus digelorakan,” katanya.

Ia menjelaskan, kebutuhan utama saat ini adalah Combine Harvester untuk mempercepat proses panen, sekaligus mengurangi kehilangan hasil. Berdasarkan informasi yang diterima, Berau berpeluang memperoleh dua unit mesin tersebut pada tahun ini.

“Informasinya ada dua unit Combine Harvester tahun ini, sekarang masih kami tunggu,” ungkapnya.

Selain itu, DTPHP juga akan mengusulkan bantuan mesin dryer berkapasitas besar kepada pemerintah pusat. Keberadaan alat tersebut dinilai penting untuk menjaga mutu gabah, terutama saat kondisi cuaca tidak mendukung proses penjemuran secara alami.

“Untuk dryer akan kami usulkan agar bisa dialokasikan ke Berau,” jelasnya.

Lita menambahkan, pengadaan sarana produksi seperti dryer belum memungkinkan dibiayai melalui anggaran daerah sehingga pihaknya berharap alokasi bantuan dari pemerintah pusat dapat direalisasikan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) BPPSDMP Kementerian Pertanian RI, Muhammad Amin, mengaku mesin pengering menjadi salah satu kebutuhan yang harus segera mendapat perhatian.

Menurutnya, kualitas gabah sangat dipengaruhi proses pengeringan sehingga menentukan layak tidaknya hasil panen diserap Bulog.

“Salah satu permasalahan memang dryer dan ini perlu disikapi,” ujarnya.

Selama bantuan tersebut belum tersedia, Amin mendorong petani mengoptimalkan proses penjemuran secara manual agar kadar air gabah tetap sesuai standar. “Kita mitigasi bagaimana dijemur dengan baik sehingga kualitasnya bagus dan bisa diserap Bulog,” katanya.

Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Berau mengusulkan pengadaan dryer secara umum, sehingga pemanfaatannya dapat dilakukan bersama oleh kelompok tani dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Mungkin nanti Berau bisa mengusulkannya secara umum agar digunakan dengan maksimal,” ucapnya.

Di sisi lain, Amin memastikan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, memberikan dukungan terhadap upaya penguatan sektor pertanian di Berau. “Pak Mentan Amran Sulaiman memberi dukungan penuh, mari kita dukung bersama,” pungkasnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
DTPHP Berau kualitas panen pertanian