BERAU POST - Panen perdana program Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025 di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar, menjadi tonggak awal pengembangan lahan sawah baru di Kabupaten Berau.
Kampung tersebut menjadi lokasi pertama di Berau yang berhasil melaksanakan panen perdana dari program CSR 2025, melalui kolaborasi Pemerintah Kampung Buyung-Buyung, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, serta Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Kamis (30/7).
Panen perdana dilakukan di lahan seluas 5 hektare yang merupakan bagian dari total 50 hektare lahan CSR, yang telah ditanami di Kampung Buyung-Buyung.
Secara keseluruhan, kampung tersebut memperoleh alokasi program CSR seluas 109 hektare dari total 425 hektare program CSR yang dilaksanakan di Berau sepanjang 2025.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Balai Penyuluh dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Muhammad Amin, menyebut, keberhasilan panen tersebut menjadi bukti bahwa program CSR berjalan sesuai harapan.
“Alhamdulillah bisa dibuktikan CSR 2025 sudah diolah, ditanam, bahkan kini panen perdana,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan masyarakat mampu mendorong percepatan pembukaan lahan sawah baru hingga menghasilkan panen.
“Ini bukti program berjalan dengan baik. Selain Berau, ada daerah lain yang juga melaksanakan CSR,” ujarnya.
Muhammad Amin menilai Berau memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan lahan pertanian. Dukungan pemerintah daerah serta peran aktif penyuluh pertanian dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.
“Potensi Berau luar biasa. Dukungan kepala dinas dan penyuluh sebagai garda terdepan juga sangat baik,” ucapnya.
Ia berharap pengembangan lahan di Buyung-Buyung terus berlanjut. Dari sekitar 209 hektare lahan yang dipersiapkan, ditargetkan sekitar 70 hektare dapat memasuki masa panen pada tahap berikutnya.
“Kami berharap program ini berkelanjutan sehingga luas panen terus bertambah,” tuturnya.
Terkait produktivitas, Muhammad Amin menjelaskan hasil panen perdana pada lahan CSR masih berada pada tahap awal, sehingga produksi sekitar 4 hingga 5 ton per hektare merupakan capaian yang wajar. “Untuk tahap pertama target 4 sampai 5 ton itu biasa, apalagi lahan CSR,” jelasnya.
Ia optimistis produktivitas dapat meningkat pada musim tanam berikutnya apabila pendampingan penyuluh terus dilakukan secara intensif.
Terlebih varietas padi yang digunakan memiliki potensi hasil mencapai 8 hingga 9 ton per hektare dalam kondisi optimal.
“Kalau dikawal dengan baik oleh penyuluh, hasilnya tentu bisa semakin meningkat,” tambahnya.
Di tingkat nasional, Muhammad Amin mengungkapkan program CSR masih terus berjalan. Pada tahun ini terdapat sekitar 1.300 hektare lahan yang sedang dalam proses pembukaan dan pengolahan. “Kalau ada penambahan luas, artinya program ini berhasil dan terus berkembang,” katanya.
Sementara Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, mengatakan, panen perdana di Buyung-Buyung menjadi motivasi bagi kampung lain yang juga menerima program CSR agar segera mengoptimalkan lahan yang telah dicetak.
“Di Berau ada 425 hektare CSR tahun 2025. Buyung-Buyung mendapat 109 hektare dan sudah tertanam 50 hektare,” ujarnya.
Menurutnya, panen perdana di lahan seluas 5 hektare menjadi pengalaman berharga dalam pengelolaan sawah baru.
Evaluasi dari musim tanam pertama akan menjadi dasar perbaikan pada musim tanam berikutnya sehingga hasil produksi dapat semakin meningkat.
“Kami mengapresiasi panen perdana ini. Semoga menjadi motivasi bagi kampung lain bahwa lahan CSR bisa ditanami,” katanya.
Lita menambahkan, meski hasil musim tanam pertama belum maksimal, keberhasilan tersebut membuktikan lahan cetak sawah baru dapat dimanfaatkan secara produktif apabila dikelola dengan baik.
“Ini menjadi pengalaman pertama sehingga musim tanam kedua bisa lebih baik. Buyung-Buyung dapat menjadi percontohan,” ujarnya.
Ia berharap program CSR mampu menambah luas tanam padi di Kabupaten Berau setiap tahunnya. Dengan bertambahnya areal tanam dan meningkatnya produktivitas, target pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan di daerah diharapkan dapat tercapai.
“Kami berharap ini menjadi tambahan luas tanam di Berau dan mendukung terwujudnya swasembada pangan,” pungkasnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi