Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Meski Peringatan Tsunami Dicabut, Wabup Gamalis Minta Warga Pesisir Berau Tetap Tingkatkan Kewaspadaan

Nurismi • Rabu, 10 Juni 2026 | 14:20 WIB
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (MARNI/BP)
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (MARNI/BP)

BERAU POST – Wakil Bupati Berau, Gamalis, meminta masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, menyusul gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah selatan Filipina Senin (8/6) lalu.

Menurut Gamalis, meskipun status peringatan dini tsunami telah resmi dicabut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak Senin (8/6) lalu, masyarakat diharapkan tidak lengah dan tetap mengikuti perkembangan informasi kebencanaan dari sumber resmi.

Ia meminta warga untuk tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa, sembari terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan situasi darurat.

"Saya meminta kepada masyarakat selalu waspada. Yang terpenting tetap memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah," ujar Gamalis.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat harus diimbangi dengan langkah mitigasi yang terencana. Karena itu, pemerintah kecamatan hingga aparat kampung diminta aktif melakukan edukasi kebencanaan kepada masyarakat agar tidak timbul kepanikan berlebihan akibat informasi yang berkembang pasca-gempa.

"Status tsunami memang telah dicabut, tetapi masyarakat tetap harus waspada. Edukasi dan sosialisasi terkait langkah-langkah penyelamatan diri harus terus dilakukan," tegasnya.

Gamalis juga meminta seluruh pemerintah kecamatan, khususnya di kawasan pesisir untuk memastikan kesiapan jalur evakuasi serta titik-titik aman yang dapat digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan status bencana.

Menurutnya, kejelasan informasi mengenai lokasi evakuasi menjadi hal penting dalam upaya meminimalisir risiko dan melindungi keselamatan masyarakat.

"Dibuatkan jalurnya untuk evakuasi. Berikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait jalur yang tepat menuju lokasi evakuasi apabila kondisi darurat kembali terjadi," pintanya.

Diberitakan sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin (8/6) sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Berau.

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau bersama instansi terkait langsung melakukan pemantauan dan koordinasi intensif, guna memastikan keamanan masyarakat khususnya yang berada di kawasan pesisir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Hermansyah, mengatakan, status waspada yang sempat diberlakukan sejatinya telah resmi dicabut setelah adanya pembaruan informasi dari BMKG dan kondisi saat ini dinyatakan aman.

“Memang sebelumnya ada peringatan waspada yang dikeluarkan menyusul gempa berkekuatan 7,7 magnitudo tersebut. Namun setelah kami berkoordinasi dengan BMKG, status itu sudah dicabut dan dinyatakan berakhir sejak pukul 11.26 Wita,” ujar Hermansyah kepada Berau Post kemarin.

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di wilayah pesisir pantai.

Dirinya menjelaskan, hingga saat ini BPBD Berau bersama unsur gabungan masih melakukan pemantauan lapangan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya fenomena alam yang tidak biasa.

“Kami dari BPBD dan tim gabungan tetap mengingatkan masyarakat pesisir untuk selalu waspada. Pantau kondisi air laut, dan segera laporkan apabila terjadi kenaikan maupun penurunan muka air yang tidak wajar,” katanya. (aky/sam)

Editor : Nurismi
#gempa #tsunami #pemkab berau