Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Status Waspada Tsunami Dicabut, BPBD Berau Pastikan Kondisi Pesisir Saat Ini Sudah Aman

N
Penulis: Nurismi❯
BERKOORDINASI: BPBD Berau bersama dengan tim gabungan saat melakukan koordinasi terkait dengan waspada tsunami yang terjadi di Kabupaten Berau. (BPBD BERAU UNTUK BERAU POST)
BERKOORDINASI: BPBD Berau bersama dengan tim gabungan saat melakukan koordinasi terkait dengan waspada tsunami yang terjadi di Kabupaten Berau. (BPBD BERAU UNTUK BERAU POST)

Advertisement

BERAU POST – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin (8/6) kemarin, sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Berau.

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau bersama instansi terkait langsung melakukan pemantauan dan koordinasi intensif, guna memastikan keamanan masyarakat khususnya yang berada di kawasan pesisir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Hermansyah, mengatakan, status waspada yang sempat diberlakukan sejatinya telah resmi dicabut setelah adanya pembaruan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan kondisi saat ini dinyatakan aman.

Advertisement

“Memang sebelumnya ada peringatan waspada yang dikeluarkan menyusul gempa berkekuatan 7,7 magnitudo tersebut. Namun setelah kami berkoordinasi dengan BMKG, status itu sudah dicabut dan dinyatakan berakhir sejak pukul 11.26 Wita,” ujar Hermansyah kepada Berau Post kemarin.

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di wilayah pesisir pantai.

Dirinya menjelaskan, hingga saat ini BPBD Berau bersama unsur gabungan masih melakukan pemantauan lapangan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya fenomena alam yang tidak biasa.

Advertisement

“Kami dari BPBD dan tim gabungan tetap mengingatkan masyarakat pesisir untuk selalu waspada. Pantau kondisi air laut, dan segera laporkan apabila terjadi kenaikan maupun penurunan muka air yang tidak wajar,” katanya.

Selain melakukan pemantauan langsung, BPBD juga terus menjalin komunikasi dengan BMKG dan instansi terkait lainnya guna memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan kondisi cuaca dan aktivitas kegempaan.

Langkah tersebut dilakukan, sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi, terutama mengingat Kabupaten Berau memiliki garis pantai yang cukup panjang dan sejumlah kawasan permukiman yang berada dekat dengan laut.

“Sejak peringatan dini dikeluarkan, masyarakat di beberapa wilayah pesisir Berau sempat meningkatkan kewaspadaan. Namun hingga status berakhir diumumkan, tidak ditemukan adanya dampak signifikan maupun gangguan yang membahayakan masyarakat,” tuturnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Antisipasi Dampak Gempa Filipina, BMKG Minta Warga Kaltara Jauhi Wilayah Pesisir Pantai

Antisipasi Dampak Gempa Filipina, BMKG Minta Warga Kaltara Jauhi Wilayah Pesisir Pantai

Status Waspada Tsunami resmi dikeluarkan untuk Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, dan Nunukan.

Waspada Karhutla di Pesisir Berau, BPBD Minta Warga Tak Lakukan Pembukaan Lahan Dibakar

Waspada Karhutla di Pesisir Berau, BPBD Minta Warga Tak Lakukan Pembukaan Lahan Dibakar

Kepala BPBD Masyhadi Muhdi sebut peralihan musim belum merata buat pesisir rawan titik kebakaran.

Dukung Pemulihan Kelistrikan, BPBD Berau Pasang Tenda Operasional Tim Teknis PLN di Batu Putih

Dukung Pemulihan Kelistrikan, BPBD Berau Pasang Tenda Operasional Tim Teknis PLN di Batu Putih

Kalak BPBD Masyhadi Mundi sebut fasilitas tenda disiapkan guna tunjang percepatan perbaikan jaringan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer