Perkuat Promosi Daerah, Disbudpar Berau Minta Pemerintah Kampung Tetapkan Jadwal Acara Budaya

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 07:55 WIB
 Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa. (BERAU POST)
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa. (BERAU POST)

BERAU POST - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mulai menata penyelenggaraan agenda budaya secara lebih terintegrasi.

Seluruh pemerintah kampung dan kelurahan diminta segera menetapkan serta mengunci jadwal pelaksanaan kegiatan adat di wilayah masing-masing jauh sebelum pelaksanaan. 

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyusunan Calendar of Event (CoE) atau Kalender Wisata Kabupaten Berau yang akan memuat seluruh agenda budaya dan pariwisata selama satu tahun penuh.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantoso mengatakan, penyusunan kalender wisata yang terencana menjadi salah satu strategi untuk memperkuat promosi sektor pariwisata sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi budaya di setiap kampung. 

Menurutnya, selama ini kegiatan budaya yang digelar di tingkat kampung dan promosi pariwisata daerah masih berjalan secara terpisah, sehingga belum mampu memberikan dampak optimal terhadap kunjungan wisatawan. 

"Ke depan kami ingin memadukan sektor kebudayaan dan pariwisata agar berjalan seiring,” tuturnya. 

“Karena itu kami meminta setiap pemerintah kampung dan kelurahan yang memiliki agenda adat untuk menetapkan jadwal pelaksanaannya sejak awal, sehingga kalender wisata dari Januari hingga Desember dapat tersusun dengan jelas," sambungnya.

Yudha menjelaskan, kepastian jadwal sangat penting agar pemerintah daerah memiliki waktu yang cukup untuk menyusun strategi promosi, baik di tingkat regional maupun nasional.

Wisatawan dapat mengetahui lebih awal agenda budaya yang akan berlangsung di Berau dan menyusun rencana kunjungan mereka. 

Untuk merealisasikan program tersebut, Disbudpar Berau dalam waktu dekat akan berkoordinasi langsung dengan seluruh kepala kampung dan lurah yang wilayahnya secara rutin menyelenggarakan kegiatan adat maupun festival budaya.  

Selain sebagai upaya pelestarian budaya, penyusunan kalender wisata yang terintegrasi juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai kampung, sehingga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

"Harapannya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan kampung melalui sektor pariwisata," pungkasnya.(aky/adv/arp) 

Editor : Nurismi
Disbudpar Berau festival budaya kalender event