Diduga Rem Blong di Turunan Gunung Belah, Mobil Tabrak Pemotor Hingga Tewas

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 11:31 WIB
OLAH TKP: Polisi lakukan olah TKP kecelakaan maut di Jalan P Diponegoro, Kelurahan Sebengkok, Selasa (1/9) lalu. (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)
OLAH TKP: Polisi lakukan olah TKP kecelakaan maut di Jalan P Diponegoro, Kelurahan Sebengkok, Selasa (1/9) lalu. (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA— Suara dari bagian depan mobil berujung kecelakaan maut di kawasan Gunung Belah, Jalan Pangeran Diponegoro, Tarakan, Selasa (1/9) malam. 

Suzuki Carry yang diduga mengalami gangguan pengereman menabrak Yamaha Aerox dari belakang hingga pengendaranya, MZ (21), meninggal dunia. Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WITA. 

Saat itu, Suzuki Carry bernomor polisi KU 8762 EE yang dikemudikan SA (53) bergerak dari arah Gita Jalatama menuju Simpang Tiga atau kawasan Beringin.

Ketika melintas di sekitar PLN Gunung Belah, pengemudi mendengar suara dari bagian depan mobil. Setelah itu, rem kendaraan disebut tidak berfungsi. 

Kasat Lantas, Iptu Ardi Wisnu Pradana melalui Kanit Laka, Aipda Hermanto mengatakan, kondisi tersebut terjadi ketika kendaraan melaju di jalan menurun. Pengemudi kemudian tidak dapat menghentikan mobil seperti kondisi normal.

“Waktu di atas itu ada bunyi dari bagian depan mobil, seperti bunyi tek. Setelah itu remnya tidak berfungsi. Karena posisinya sedang turun, kendaraan tetap bergerak dan pengemudi tidak bisa menghentikan mobil seperti kondisi normal,” ujar Hermanto, Kamis (3/9).

Di jalur yang sama, MZ mengendarai Yamaha Aerox warna hitam bernomor polisi KU 3037 GH. Korban berada di depan mobil dan hendak berbelok menuju Jalan Cendana, di samping kawasan Telkom Gunung Belah.

Sepeda motor korban sempat berhenti sebelum berbelok. Jarak kedua kendaraan yang semakin dekat membuat tabrakan tak terhindarkan. Mobil menghantam Aerox dari belakang.

Benturan membuat sepeda motor terpental ke arah parit. Korban kemudian terseret kendaraan sekitar 25 meter sebelum mobil berhenti. Setelah pengemudi membanting kemudi ke kiri.

Hermanto menyebut korban masih mengenakan helm saat kecelakaan. Petugas menemukan helm tersebut menempel di bagian depan mobil ketika tiba di lokasi.

“Helmnya masih dipakai korban saat kejadian. Ketika anggota datang ke TKP, helm itu ditemukan masih menempel di bagian depan mobil. Jadi korban memang terseret, kurang lebih sekitar 25 meter,” jelasnya.

MZ kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong. Polisi selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi serta mengamankan kedua kendaraan yang terlibat. 

SA juga dibawa ke Kantor Satlantas Polres Tarakan untuk menjalani pemeriksaan. Hermanto mengatakan, penyidik masih mendalami penyebab gangguan pengereman pada Suzuki Carry tersebut. Keterangan pengemudi menyebut kendaraan sebelumnya tidak pernah mengalami masalah serupa.

“Dari informasi yang kami dapat, kendaraan itu sebelumnya belum pernah mengalami kerusakan seperti ini. Baru pada saat kejadian muncul masalah di bagian depan dan setelah itu rem tidak berfungsi. Itu juga masih kami dalami supaya jelas apa penyebab kerusakannya,” katanya.

Menurut Hermanto, polisi belum menentukan langkah hukum selanjutnya. Kondisi kendaraan, keterangan saksi dan hasil pemeriksaan di TKP masih menjadi bagian dari proses penanganan perkara.

“Untuk sementara pengemudinya kami amankan dulu di kantor Satlantas. Kendaraan juga kami amankan sebagai barang bukti. Kami masih melihat bagaimana kondisi mobilnya, keterangan saksi, kemudian hasil pemeriksaan di TKP. Dari situ baru kami menentukan langkah selanjutnya,” ungkapnya.

Polisi juga membuka ruang mediasi bagi kedua pihak. Namun, proses penanganan perkara tetap menunggu hasil pemeriksaan dan fakta yang ditemukan penyidik di lapangan.

“Kami masih melengkapi pemeriksaan dan keterangan dari semua pihak. Yang jelas, kami tangani dulu sesuai prosedur dan fakta yang ada di lapangan. Setelah semuanya lengkap, baru kami tentukan proses berikutnya,” pungkas Hermanto. (sas/uno)

Editor : Nurismi
kecelakaan maut meninggal