HARIAN RAKYAT KALTARA — Warga di tiga kecamatan mendapat pelayanan administrasi kependudukan lebih dekat dari tempat tinggal mereka.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tarakan menggelar pelayanan jemput bola selama tiga hari. Dengan penduduk rentan administrasi kependudukan menjadi sasaran utama.
Pelayanan berlangsung di Tarakan Utara pada Rabu (26/8), dilanjutkan di Karang Rejo, Tarakan Barat pada Kamis (27/8), dan berakhir di kantor Kecamatan Tarakan Timur, Jumat (28/8).
Kepala Disdukcapil Kota Tarakan Hery Purwono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Meski menyasar penduduk rentan, pelayanan tetap dibuka bagi masyarakat umum.
“Jadi ini ada tiga hari. Di Tarakan Utara, kemudian Tarakan Barat kita mengambilnya di Karang Rejo. Dilanjutkan di Tarakan Timur kita ada di kantor camat. Program ini kerja sama dengan Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri,” ujar Hery, Kamis (27/8).
Kelompok yang menjadi sasaran utama antara lain warga terlantar, penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Serta masyarakat lain yang mengalami kendala mengakses dokumen kependudukan.
“Sasaran utamanya yang rentan. Ada orang-orang terlantar, kemudian difabel, ODGJ dan lain sebagainya. Tetapi tetap kita juga buka untuk pelayanan umum, jadi hampir semua pelayanan kita buka,” katanya.
Pemilihan lokasi pelayanan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan demografis. Termasuk kepadatan penduduk serta masukan dari camat dan lurah.
“Untuk lokasi memang dari Tarakan sendiri, dari Dukcapil Tarakan. Kami melihat posisi geografis, kemudian demografis masyarakatnya, termasuk kepadatan penduduk. Input dari kepala-kepala wilayah, dari camat dan lurah juga menjadi pertimbangan,” tutur Hery.
Pada hari pertama di Tarakan Utara, pelayanan mendapat respons masyarakat. Warga Juata Laut menjadi salah satu kelompok yang banyak memanfaatkan layanan tersebut. Sementara di Tarakan Barat, warga Karang Rejo tercatat sebagai kelompok yang paling banyak datang.
Disdukcapil tidak menetapkan target jumlah dokumen yang harus diselesaikan dalam kegiatan tersebut. Hery menyebut pelayanan lebih diarahkan untuk memudahkan warga yang terkendala waktu untuk datang langsung ke kantor Disdukcapil.
“Tidak ada target khusus. Dengan adanya kegiatan jemput bola ini warga bisa terbantu. Kalau kita dengar keluhannya, ada yang sibuk bekerja. Di Tarakan memang jarak tidak terlalu menjadi masalah. Tetapi karena kesibukan mereka kadang tidak sempat datang ke kantor,” jelasnya.
Beragam layanan tersedia dalam kegiatan tersebut. Warga dapat mengurus atau mencetak KTP, kartu keluarga (KK). Bahkan bisa mengurus kartu identitas anak (KIA), penggantian foto KTP, serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Pelayanan dibuka sejak pagi hingga sekitar pukul 15.00 WITA, dengan jeda istirahat sebelum petugas kembali melayani masyarakat.
Setelah Tarakan Utara dan Tarakan Barat, rangkaian pelayanan jemput bola ditutup di Tarakan Timur pada Jumat (28/8).
Pelayanan ditempatkan di kantor camat untuk memudahkan warga di wilayah tersebut mengakses dokumen administrasi kependudukan. (sas/uno)
Editor : Nurismi