Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Pengeroyokan, Satreskrim Polres Tarakan Buru Terduga Pelaku

Nurismi • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 11:50 WIB
Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Reginal Yuniawan Sujono. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Reginal Yuniawan Sujono. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Perselisihan yang diduga dipicu persoalan uang arisan berujung laporan dugaan pengeroyokan di Tarakan Utara. 

Seorang warga berinisial ZN mengalami luka serius, termasuk patah pada tangan dan luka robek di bagian kepala.

Setelah diduga dianiaya sejumlah orang di Jalan Pangeran Aji Iskandar, Kelurahan Juata Permai, Sabtu (25/7) sekitar pukul 21.40 Wita. Hingga kini, polisi masih memburu terduga pelaku.

Peristiwa tersebut bermula ketika ZN bersama seorang rekannya mendatangi rumah salah seorang yang diduga berkaitan dengan persoalan arisan. Kedatangannya, menurut pengakuan korban, untuk mempertanyakan sisa uang arisan yang belum dikembalikan.

Dalam keterangannya yang beredar di media sosial, ZN mengaku sempat dipanggil oleh penghuni rumah sesaat setelah tiba di lokasi.

“Dia bilang, 'Kenapa kau cari-cari aku?' Saya jawab tidak cari ribut. Saya cuma mau tanya soal sisa uang arisan. Karena sebelumnya istrinya pernah bilang, kalau saya membuat video permintaan maaf, uang saya akan dikembalikan,” ujar ZN.

Korban mengaku sebelumnya telah memenuhi permintaan tersebut. Namun, uang yang dijanjikan tak kunjung diberikan. Ia juga mengaku sempat diminta datang ke Tarakan dengan janji uang akan diserahkan secara tunai.

Menurut ZN, pembicaraan yang awalnya berlangsung biasa tiba-tiba berubah menjadi tindakan kekerasan. Ia mengaku dipukul menggunakan balok kayu berkali-kali.

“Saya dipukul pakai kayu balok dua sampai tiga kali. Saya refleks menangkis karena takut kena kepala. Tangan saya yang menangkis akhirnya patah. Sudah saya rontgen,” katanya.

Tidak hanya itu, korban mengaku seorang pria lain ikut menyerangnya dari arah belakang. Akibatnya, bagian pelipisnya robek hingga mengeluarkan banyak darah.

“Saya tidak tahu dia pakai tangan kosong atau pegang sesuatu. Yang jelas pelipis saya robek dan darah banyak keluar. Setelah itu saya terus dipukul sampai masuk ke selokan,” tuturnya.

Saat kejadian, korban mengaku rekannya tidak sempat memberikan pertolongan. Karena disebut dikepung beberapa orang yang berada di lokasi.

“Teman saya mau bantu, tapi dijaga teman-temannya. Di situ ada sekitar sepuluh orang. Saya akhirnya lari dan lompat ke motor teman saya karena takut dipukul lagi,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tangan serta luka di wajah dan kepala sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis.

Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Reginal Yuniawan Sujono, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan pengeroyokan tersebut pada Minggu (26/7).

“Polres Tarakan buru pelaku pengeroyokan di Juata Permai yang picu korban patah tangan akibat arisan., laporan sudah kami terima. Kejadiannya malam Minggu tanggal 25 Juli dan dilaporkan keesokan harinya,” katanya.

Reginal menjelaskan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan persoalan tersebut diduga berawal dari sengketa uang arisan yang melibatkan istri korban dan istri salah seorang terlapor.

“Motif sementara berkaitan dengan arisan. Awalnya antara istri korban dan istri terlapor. Kemudian suaminya diduga tidak terima saat uang itu ditagih,” jelasnya.

Nilai uang yang dipersoalkan diperkirakan sekitar Rp 9 juta. Akibat dugaan pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka pada bagian wajah dan patah tangan.

“Korban mengalami luka pada muka dan tangannya cukup parah,” tambahnya.

Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Tarakan masih melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi, termasuk rekan korban yang berada di lokasi kejadian, telah dimintai keterangan.

“Masih dalam penyelidikan. Beberapa saksi sudah kami periksa dan terduga pelaku masih dalam pengejaran,” pungkas Reginal. (sas/uno)

Editor : Nurismi
arisan polres tarakan pengeroyokan