HARIAN RAKYAT KALTARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menggelar Retreat Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Bulungan, sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas kepemimpinan para kepala desa dalam menghadapi tantangan pembangunan desa yang semakin kompleks.
Kegiatan dibuka langsung Bupati Bulungan Syarwani, diikuti 74 kepala desa dari seluruh wilayah Kabupaten Bulungan, berlangsung pada 19—23 Juli 2026 di BKPSDM Bulungan dan Kebun Raya Bundayati.
Menurut Bupati Syarwani, retreat tersebut tidak sekadar menjadi forum pelatihan kepemimpinan. Tetapi dirancang sebagai ruang refleksi, kolaborasi, sekaligus laboratorium gagasan bagi para kepala desa dalam membangun pemerintahan desa yang inovatif, demokratis, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Bupati menegaskan, desa merupakan garda terdepan pembangunan daerah. Karena itu, kualitas kepemimpinan kepala desa menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan Kabupaten Bulungan secara keseluruhan.
“Desa yang kuat akan melahirkan daerah yang kuat. Kepala desa bukan hanya administrator pemerintahan. Tetapi pemimpin perubahan yang mampu menggerakkan masyarakat, membangun kolaborasi, dan menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan warganya,” terangnya.
Tantangan pembangunan desa saat ini, kata Syarwani, tidak lagi sebatas pembangunan fisik. Tetapi juga menyangkut kemampuan pemerintah desa dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, memperkuat tata kelola pemerintahan.
Lalu meningkatkan kualitas pelayanan publik, hingga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan.
Retreat ini disusun berdasarkan kebutuhan nyata pembangunan desa di Bulungan. Kerangka acuan kegiatan menyebutkan masih terdapat tantangan berupa kepemimpinan desa yang berjalan secara administratif, minim inovasi, dan belum mampu mendorong perubahan yang signifikan.
Karakter tersebut dinilai menjadi modal utama untuk memperkuat demokrasi desa, sekaligus mempercepat pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.
Selain memperkuat kepemimpinan, retreat juga diarahkan untuk menyelaraskan pembangunan desa dengan visi Kabupaten Bulungan 2025—2029. Yakni mewujudkan Bulungan Berdaulat dan Unggul melalui Pembangunan Hijau/Berkelanjutan.
Konsep ini menempatkan desa sebagai aktor utama dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selama lima hari, para kepala desa akan mengikuti berbagai sesi pembelajaran yang memadukan diskusi, talkshow, simulasi, team building, hingga kegiatan luar ruang (outdoor leadership camp).
Dikatakan Bupati, retreat ini menjadi salah satu inovasi pembinaan aparatur desa yang dilakukan Pemkab Bulungan. Berbeda dengan pelatihan konvensional, pendekatan yang digunakan mengedepankan partisipasi aktif peserta.
Melalui permainan edukatif (gamification), simulasi kepemimpinan, refleksi pengalaman lapangan, hingga berbagi praktik terbaik antar kepala desa.
“Retreat Kepala Desa se-Kabupaten Bulungan sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Bulungan. Bahwa pembangunan daerah dimulai dari desa,” imbuhnya.
Dengan kepemimpinan desa yang semakin kuat, diharapkan seluruh desa di Bulungan mampu menjadi motor penggerak pembangunan hijau, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mewujudkan visi besar Bulungan Berdaulat. (uno2)
Editor : Nurismi