Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Ratusan Desa di Kaltara Masih Gelap, Wagub Ingkong Ala Bidik Teknologi Surya Pasuruan Sebagai Solusi

Nurismi • Selasa, 14 April 2026 | 12:20 WIB
KUNJUNGAN: Wagub Kaltara Ingkong Ala (tengah) ke pabrik PT Santinilestari Energi Indonesia di Pasuruan, beberapa waktu lalu. (DKISP KALTARA)
KUNJUNGAN: Wagub Kaltara Ingkong Ala (tengah) ke pabrik PT Santinilestari Energi Indonesia di Pasuruan, beberapa waktu lalu. (DKISP KALTARA)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Masih banyaknya desa di Kalimantan Utara (Kaltara) yang belum menikmati aliran listrik menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Kaltara mulai mendorong pemanfaatan energi terbarukan, khususnya tenaga surya sebagai solusi alternatif. 

Langkah ini diperkuat dengan kunjungan Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala ke pabrik PT Santinilestari Energi Indonesia di Pasuruan, beberapa waktu lalu.

Kunjungan tersebut difokuskan untuk mempelajari teknologi pembangkit listrik tenaga surya yang dinilai cocok diterapkan di wilayah terpencil. 

Wagub mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat sekitar 73 hingga 123 desa di Kaltara yang belum teraliri listrik.

Sebagian besar desa tersebut berada di kawasan pedalaman dan perbatasan, seperti di Kabupaten Nunukan dan Malinau. 

“Ini menjadi tantangan besar bagi kita. Masih banyak masyarakat yang belum menikmati listrik, padahal itu merupakan kebutuhan dasar,” ujarnya, Senin (13/4). 

Menurutnya, kondisi geografis Kaltara yang luas dan sulit dijangkau menjadi kendala utama dalam pembangunan jaringan listrik konvensional.

Akses transportasi yang terbatas membuat distribusi material dan pembangunan infrastruktur menjadi mahal dan memakan waktu. 

Oleh karena itu, pemerintah mulai melirik energi surya sebagai solusi yang lebih fleksibel dan efisien untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil. 

“Energi surya bisa menjadi alternatif yang tepat. Karena tidak bergantung pada jaringan besar dan bisa langsung menjangkau desa-desa yang sulit diakses,” jelasnya. 

Selama kunjungan, Wagub juga meninjau langsung proses produksi panel surya, baterai. Serta sistem penyimpanan dan distribusi energi yang dapat diaplikasikan di daerah terpencil.

Teknologi tersebut memiliki potensi besar untuk membantu percepatan elektrifikasi desa di Kaltara. Sekaligus mendukung pemerataan pembangunan. 

“Sebagai langkah konkret, Pemprov Kaltara menargetkan setiap tahun sebanyak 10 hingga 20 desa dapat teraliri listrik. Program ini diharapkan mampu mengurangi jumlah desa yang belum berlistrik secara bertahap,” ungkapnya. 

Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat, ketersediaan listrik juga diyakini dapat membuka akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi lokal. 

“Kita optimistis persoalan keterbatasan listrik di wilayah 3T dapat diatasi secara bertahap dan berkelanjutan,” harapnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#listrik tenaga surya #pemprov kaltara #desa terpencil