Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tembus Rp7 Triliun! Indonesia Resmi Ekspor 500 Ribu Ton Pupuk Urea ke Australia Lewat Pelabuhan Bontang Kaltim

Nurismi • Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:45 WIB
 Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Youtube: Sekretariat Presiden)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Youtube: Sekretariat Presiden)

BERAU POST - Pemerintah Indonesia resmi mengekspor pupuk urea ke Australia sebanyak 500.000 ton secara bertahap dengan nilai transaksi diproyeksikan mencapai Rp 7 triliun.

Pada tahap awal, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Indonesia melepas ekspor sebanyak 47.250 ton pupuk urea dengan nilai sekitar Rp600 miliar.

Volume tersebut akan terus meningkat hingga mencapai total 500 ribu ton dengan nilai sekitar Rp 7 triliun.

Ia mengatakan ekspor perdana tersebut menjadi tonggak penting penguatan industri pupuk nasional sekaligus memperluas pasar ekspor Indonesia.

“Rencana kita akan ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton,” ujar Amran dalam keterangannya, Jumat (15/5).

Untuk diketahui, ekspor perdana dilakukan melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama PT Pupuk Kalimantan Timur ke Australia lewat Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (14/5).

Pelepasan ekspor ini menjadi bagian dari kerja sama government-to-government (G2G) antara Indonesia dan Australia di sektor pupuk.

Menurut Amran, keberhasilan ekspor ini menunjukkan daya saing industri pupuk nasional semakin kuat di tengah ketidakpastian global. Bahkan, sejumlah negara lain mulai menunjukkan minat terhadap pupuk produksi Indonesia.

“Selain itu Dubes India sudah menghubungi saya langsung meminta 500.000 ton dan beberapa negara lain juga berminat yaitu Filipina, Brazil, Bangladesh dan ada beberapa negara lagi,” jelasnya.

Di sisi lain, Amran menegaskan pemerintah juga berhasil memperbaiki tata kelola pupuk di dalam negeri. Salah satunya melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen tanpa tambahan beban APBN.

Tak hanya harga yang turun, pemerintah juga menambah volume pupuk bersubsidi sebanyak 700 ribu ton guna memperluas akses petani terhadap pupuk.

“Disaat geopolitik dunia memanas, Indonesia alhamdulillah harga pupuknya turun 20 persen. Pupuk subsidi untuk petani Indonesia. Kemudian volume pupuk bertambah,” ujar Amran.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara kedua negara.

Menurutnya, kerja sama pupuk ini menjadi bukti kuatnya hubungan bilateral Indonesia dan Australia sekaligus mendukung ketahanan pangan kedua negara.

“Pupuk ini akan membantu petani Australia memproduksi komoditas seperti gandum yang digunakan di Indonesia untuk membuat berbagai produk pangan. Ini contoh nyata kerja sama Indonesia dan Australia yang menghasilkan manfaat bersama,” ujarnya.
 

Editor : Nurismi
#australia #ekspor #pupuk