Buka Demplot di Labanan Jaya, PKT Targetkan Hasil Panen Padi Berau Naik Jadi 6 Ton Per Hektare

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:05 WIB
CEK LAPANGAN: DTPHP Berau menggandeng PKT untuk membangun demplot peningkatan pertanian di Labanan Jaya, Teluk Bayur. (SENO/BP)
CEK LAPANGAN: DTPHP Berau menggandeng PKT untuk membangun demplot peningkatan pertanian di Labanan Jaya, Teluk Bayur. (SENO/BP)

BERAU POST – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Berau terus didorong melalui pengembangan demonstration plot (demplot) atau petak percontohan.

Kali ini, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) didorong membuka demplot di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, dengan target meningkatkan hasil panen padi dari 4 ton menjadi 6 ton per hektare.

Pejabat Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, Bambang Sujatmiko, mengatakan, pengembangan demplot menjadi salah satu langkah untuk mendukung kemajuan sektor pertanian.

Melalui kegiatan tersebut, petani diharapkan dapat melihat secara langsung penerapan pemupukan dan penggunaan bahan pembenah tanah dalam meningkatkan produktivitas tanaman.

“Kita mendukung kemajuan sektor pertanian, dengan mendorong PKT membuka demplot di Labanan Jaya, Teluk Bayur,” ujarnya.

Demplot tersebut direncanakan memanfaatkan lahan seluas setengah hektare. Dalam pelaksanaannya, PKT didorong menyediakan paket sarana produksi pertanian yang terdiri dari pupuk urea nonsubsidi merek Nitrea sebanyak 100 kilogram, pupuk NPK nonsubsidi Pelangi 20:10:10 sebanyak 150 kilogram, serta pembenah tanah Ecofert sebanyak 20 kilogram dan Biodex sebanyak 10 kilogram.

Penggunaan paket tersebut diharapkan menjadi percontohan bagi petani dalam mengoptimalkan pemupukan sekaligus memperbaiki kondisi lahan.

Sebab, peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada pemberian pupuk, tetapi juga perlu memperhatikan kualitas tanah sebagai media tumbuh tanaman.

Bambang menyebutkan, salah satu sasaran utama kegiatan ini adalah meningkatkan hasil produksi padi. Dari produktivitas awal sekitar 4 ton per hektare, demplot tersebut ditargetkan mampu menghasilkan hingga 6 ton per hektare.

“Jika target itu tercapai, terdapat potensi peningkatan hasil panen sebesar 2 ton per hektare,” terangnya. 

Hasil percontohan tersebut nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat efektivitas penggunaan paket pupuk dan pembenah tanah yang diterapkan.

Selain peningkatan produksi, perbaikan lahan juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan demplot. Penggunaan pembenah tanah diharapkan dapat membantu meningkatkan kondisi tanah sehingga mendukung pertumbuhan tanaman dan pemanfaatan unsur hara secara lebih optimal.

Pelaksanaan demplot dipercayakan kepada Brigade Pangan Sanggam Amatillah dengan manajer Rino Famuji. Keterlibatan brigade pangan diharapkan dapat mendukung penerapan teknologi pertanian serta pengelolaan kegiatan secara terarah.

Melalui demplot ini, upaya peningkatan produktivitas diharapkan tidak berhenti pada lahan percontohan. 

“Hasil evaluasi nantinya dapat menjadi acuan bagi petani untuk menerapkan teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi lahan masing-masing, sekaligus mendorong peningkatan produksi padi di Berau,” pungkasnya. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
DPMK Berau panen padi