Lapas Bontang Overkapasitas, Dorong Kesehatan dan Pembinaan Warga Binaan

BERAU POST – Kondisi Lapas Kelas IIA Bontang yang melampaui kapasitas (overcapacity) menjadi perhatian Pemerintah Kota Bontang.
Di tengah kondisi tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mendorong penguatan pelayanan kesehatan sekaligus pembinaan mental, spiritual, dan keterampilan. Supaya warga binaan memperoleh bekal yang memadai ketika kembali ke tengah masyarakat.
Ia menekankan, kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus tetap dipenuhi, termasuk bagi warga binaan yang sedang menjalani masa pidana.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala dinilai penting untuk mengetahui kondisi penghuni, sekaligus mengantisipasi penyebaran penyakit menular di lingkungan lapas.
“Pemeriksaan kesehatan ini penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini, terutama tuberkulosis yang dapat menular melalui udara,” kata Neni, Selasa (20/10).
Berdasarkan data Lapas Kelas IIA Bontang dihuni 1.814 orang, sementara kapasitasnya hanya 594 orang. Kondisi tersebut menunjukkan tingkat hunian yang jauh melampaui daya tampung, sehingga perhatian terhadap kesehatan, kebersihan lingkungan, dan akses pemeriksaan medis menjadi semakin penting.
Neni mendorong agar pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga mencakup penguatan karakter, mental, spiritual, dan keagamaan.
“Pembinaan yang berkelanjutan dapat membantu warga binaan mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas,” timpalnya.
Neni berharap, sinergi dengan pihak lapas, Kementerian Kesehatan, dan tenaga kesehatan dapat terus diperkuat. Dengan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau serta pembinaan yang berorientasi pada kemandirian.
“Kami berharap warga binaan memiliki kesempatan lebih baik untuk memperbaiki diri dan kembali berperan positif di tengah masyarakat,” tuturnya.



