Pemkot Perluas Skrining TBC, Warga Binaan Lapas Jadi Sasaran Deteksi Dini

BERAU POST - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan memperluas jangkauan pemeriksaan kesehatan hingga ke lingkungan pemasyarakatan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pembukaan kegiatan Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Lapas Kelas IIA Bontang oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Selasa (20/10).
Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kota Bontang bersama Lapas Kelas IIA Bontang di Jalan Prestasi, Kelurahan Bontang Lestari, tersebut mendapat pendampingan pemeriksaan menggunakan X-Ray Portable dari Kementerian Kesehatan.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas penemuan kasus sekaligus mencegah penularan TBC di lingkungan dengan tingkat interaksi dan kepadatan penghuni yang tinggi.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan, akses terhadap pelayanan kesehatan harus diberikan secara merata tanpa membedakan latar belakang maupun status seseorang.
Warga binaan pemasyarakatan tetap memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan kesehatan.
“Pemeriksaan kesehatan ini penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini, terutama tuberkulosis yang dapat menular melalui udara,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan, jajaran lapas, serta tenaga medis dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Terlebih penanggulangan TBC tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan, tetapi membutuhkan upaya bersama melalui pemeriksaan dini, penemuan kasus aktif, hingga memastikan pasien menuntaskan terapi.
“Penanggulangan TBC membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari deteksi dini hingga memastikan pasien menuntaskan pengobatan,” timpalnya.



