BERAU POST – Kabupaten Berau terus menunjukkan pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup signifikan.
Seiring meningkatnya aktivitas ekonomi serta terbukanya lapangan pekerjaan di berbagai sektor, arus masyarakat dari luar daerah yang datang dan menetap di Bumi Batiwakkal masih terbilang tinggi.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Berau mencatat, dalam setiap semester terdapat sekitar 2.000 hingga 3.000 penduduk baru yang masuk dan tercatat dalam administrasi kependudukan.
Jika tren tersebut berlangsung secara konsisten, pertambahan penduduk baru di Berau dalam setahun diperkirakan dapat mencapai 6.000 hingga 7.000 orang.
Kepala Disdukcapil Berau, David Pamudji, mengatakan pertumbuhan tersebut relatif konsisten dari semester ke semester. Berdasarkan data semester I 2026, jumlah penduduk yang bertambah masih berada pada kisaran yang tidak jauh berbeda dibandingkan periode sebelumnya.
“Pertambahan penduduknya memang masih konstan,” ujarnya.
Menurut David, angka tersebut tidak dapat dianggap sebagai jumlah yang mutlak setiap tahunnya. Sebab, dinamika penduduk sangat dipengaruhi mobilitas masyarakat, kondisi perekonomian, hingga momentum tertentu yang dapat mendorong peningkatan perpindahan penduduk.
Salah satu momentum yang cukup berpengaruh terhadap meningkatnya mobilitas penduduk adalah menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Pada periode tersebut, pencatatan administrasi kependudukan biasanya mengalami peningkatan seiring tingginya aktivitas perpindahan masyarakat.
“Kalau menjelang pilkada itu biasanya bisa naik, bahkan jumlahnya bisa sampai dua kali lipat ketika mendekati pencoblosan atau pemilihan kepala daerah,” jelasnya.
Tingginya arus penduduk masuk juga menjadi gambaran bahwa Berau masih memiliki daya tarik ekonomi bagi masyarakat dari luar daerah.
Sejumlah sektor yang berkembang di Berau, khususnya pertambangan dan perkebunan kelapa sawit, menjadi salah satu faktor yang membuka peluang kerja sekaligus mendorong kedatangan tenaga kerja dari berbagai daerah.
Kondisi tersebut membuat Berau tidak hanya menjadi daerah tujuan bagi masyarakat yang ingin mencari pekerjaan, tetapi juga menjadi wilayah yang menarik bagi mereka yang ingin menetap dan membangun kehidupan baru.
“Kalau dibilang kenaikannya masih cukup tinggi sebenarnya, kalau dibandingkan beberapa kabupaten lain di Kaltim,” katanya.
Meski demikian, David menilai perbandingan dengan Kota Samarinda dan Balikpapan perlu melihat karakteristik masing-masing wilayah.
Kedua daerah tersebut merupakan pusat perkotaan dengan konsentrasi aktivitas ekonomi, pemerintahan, pendidikan, serta jasa yang jauh lebih besar sehingga secara alami memiliki daya tarik migrasi yang lebih tinggi.
Sementara itu, apabila dibandingkan dengan daerah yang memiliki karakteristik lebih mendekati Berau, seperti Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kutai Kartanegara (Kukar), pertumbuhan penduduk Berau dinilai cukup tinggi.
“Kalau dengan Kutim dan Kukar, kita termasuk cukup tinggi pertambahan penduduknya. Karena memang di Berau ini banyak potensi pekerjaan seperti tambang dan sawit yang menyedot pegawai dari luar Berau,” pungkasnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi