Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Disebut-sebut Sebagai Titisan Marc Marquez, Rival Veda Ega di Moto3 Maximo Quiles Malah Makin Termotivasi

Nurismi • Jumat, 22 Mei 2026 | 06:15 WIB
Maximo Quiles tampil dominan di Moto3 2026 dan mulai disamakan dengan legenda MotoGP Marc Marquez. (Instagram/@maximoquiles28)
Maximo Quiles tampil dominan di Moto3 2026 dan mulai disamakan dengan legenda MotoGP Marc Marquez. (Instagram/@maximoquiles28)

BERAU POST - Maximo Quiles, rival Veda Ega Pratama di Moto3 2026, mengaku termotivasi setelah disamakan dengan Marc Marquez.

Pembalap muda asal Spanyol itu kini memimpin klasemen sementara Moto3 2026 dengan 140 poin usai mendominasi enam seri awal dan mulai disebut-sebut sebagai calon juara dunia berikutnya.

Nama Maximo Quiles memang sedang menjadi pusat perhatian di paddock Moto3 2026.

Performa luar biasanya sejak musim lalu membuat banyak pihak mulai membandingkan rider 18 tahun tersebut dengan Marc Marquez yang kini berstatus legenda MotoGP.

Mengapa Maximo Quiles Jadi Ancaman Besar di Moto3 2026?

Maximo Quiles tampil menggila sejak awal musim Moto3 2026. Dari enam race yang sudah berlangsung, pembalap asal Spanyol tersebut sukses merebut empat kemenangan dan dua kali finis posisi kedua.

Catatan itu membuat rival Veda Ega Pratama tersebut kokoh di puncak klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 140 poin.

Ia unggul sangat jauh, yakni 64 angka atas Adrian Fernandez yang berada di posisi kedua klasemen.

Performa luar biasa Maximo Quiles sebenarnya sudah terlihat sejak musim lalu. Pada Moto3 2025, ia langsung mencuri perhatian meski berstatus rookie di ajang Grand Prix.

Hebatnya lagi, Maximo Quiles berhasil finis di posisi ketiga klasemen akhir Moto3 2025 dengan raihan 274 poin. Capaian itu membuat banyak tim mulai meliriknya sebagai salah satu talenta terbesar di paddock balap motor dunia.
 
Meski tampil impresif pada musim debutnya, Maximo Quiles tidak terburu-buru naik kelas ke Moto2. Rider muda Spanyol tersebut memilih bertahan di Moto3 2026 demi mematangkan kemampuan dan memburu gelar juara dunia.

Keputusan itu terbukti sangat tepat. Sebab, hingga memasuki seri ketujuh Moto3 2026, Maximo Quiles justru tampil semakin dominan dan sulit dihentikan lawan-lawannya.

Apa Kesamaan Maximo Quiles dengan Marc Marquez?

Perjalanan karier Maximo Quiles dinilai mirip dengan Marc Marquez saat masih berada di kelas kecil Grand Prix. Marc Marquez juga sempat memilih bertahan lebih lama di kelas 125 cc sebelum akhirnya meraih gelar dunia.

Marc Marquez diketahui tidak langsung promosi ke kelas 250 cc. Rider berjuluk The Baby Alien itu memilih tetap tampil di kelas 125 cc selama tiga musim demi mendapatkan pengalaman lebih matang.

Hasilnya sangat luar biasa. Pada musim ketiganya di kelas 125 cc atau setara Moto3 saat ini, Marc Marquez sukses menjadi juara dunia pada 2010.

Setelah itu, karier Marc Marquez terus melesat hingga menjadi salah satu pembalap tersukses dalam sejarah balap motor dunia. Hingga kini, Marc Marquez sudah mengoleksi sembilan gelar juara dunia.

Rinciannya terdiri dari tujuh gelar MotoGP serta masing-masing satu trofi juara dunia di kelas 125 cc dan 250 cc. Rekor luar biasa itulah yang kini membuat nama Maximo Quiles mulai dibandingkan dengan Marc Marquez.

Perbandingan tersebut muncul karena Maximo Quiles dianggap memiliki gaya balap agresif, mental kuat, dan kemampuan adaptasi cepat seperti Marc Marquez muda.

Selain itu, keputusan bertahan lebih lama di Moto3 juga dinilai memiliki pola serupa.

Apa Kata Maximo Quiles Saat Disamakan dengan Marc Marquez?

Maximo Quiles ternyata tidak merasa terbebani dengan perbandingan tersebut. Sebaliknya, rival Veda Ega Pratama itu justru mengaku bangga namanya mulai disejajarkan dengan Marc Marquez.

Pembalap muda Spanyol tersebut menyebut perbandingan itu menjadi motivasi tambahan untuk terus berkembang di Moto3 2026. Ia bahkan secara terbuka mengaku ingin menciptakan sejarah baru di dunia balap motor.

“Ya, tidak masalah soal disamakan dengan Marc Marquez. Saya suka itu, dan hal tersebut memotivasi saya untuk mendengar semua itu,” kata Maximo Quiles dikutip dari GPOne, Rabu (21/5/2026).

Maximo Quiles juga menegaskan dirinya tetap ingin memiliki identitas sendiri di lintasan balap. Ia tidak ingin hanya dikenal sebagai pembalap yang mirip dengan Marc Marquez.

“Saya ingin memecahkan rekor. Saya ingin membuat sejarah. Itu tujuan saya, tetapi saya juga ingin menjadi berbeda,” lanjut pembalap 18 tahun tersebut.

Ambisi besar Maximo Quiles membuat persaingan Moto3 2026 semakin menarik untuk diikuti. Terlebih, Veda Ega Pratama juga terus menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang musim ini.

Persaingan kedua pembalap muda tersebut diprediksi bakal menjadi salah satu cerita terbesar di Moto3 2026. Apalagi, Maximo Quiles kini sudah menjelma menjadi tolok ukur baru bagi para rivalnya di kelas Moto3.

Editor : Nurismi
#Maximo Quiles #moto3