Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Hetifah Sjaifudian Soroti Stunting dan Obesitas di Berau: Skrining Dini JKN Perlu Dimaksimalkan Masyarakat

Beraupost • Minggu, 30 November 2025 | 08:55 WIB
PROGRAM JKN: Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menginisiasi pelaksanaan Sosialisasi Program JKN bersama BPJS Kesehatan mengenai pentingnya jaminan kesehatan bagi masyarakat. (SENO/BP)
PROGRAM JKN: Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menginisiasi pelaksanaan Sosialisasi Program JKN bersama BPJS Kesehatan mengenai pentingnya jaminan kesehatan bagi masyarakat. (SENO/BP)

BERAU POST - Upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan kembali digaungkan di Kabupaten Berau.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menginisiasi pelaksanaan Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bersama BPJS Kesehatan pada Jumat (28/11) di Tanjung Redeb.

Kegiatan ini dihadiri Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, Aidil Ilmy, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Berau, Muhlisin, serta sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan.

Dalam kesempatan tersebut, Hetifah menegaskan bahwa JKN merupakan salah satu program strategis nasional yang harus terus disosialisasikan secara menyeluruh agar semakin banyak masyarakat memahami manfaat, mekanisme layanan, hingga perlindungan kesehatan yang diberikan.

Ia menyebutkan bahwa cakupan kepesertaan JKN di Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari 98 persen, sebuah capaian besar yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses kesehatan bagi seluruh penduduk.

Hetifah juga menyoroti sejumlah persoalan kesehatan yang masih menjadi tantangan nasional.

Ia menyebutkan angka stunting yang masih berada pada kisaran 21 persen, gangguan kesehatan jiwa pada remaja sebesar 34,9 persen, serta prevalensi obesitas pada kelompok dewasa dan lansia yang mencapai 23,4 persen.

Menurutnya, upaya skrining dini masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh sebagian masyarakat, padahal deteksi dini sangat diperlukan untuk mencegah risiko penyakit jangka panjang dan menekan biaya pengobatan.

Program JKN, lanjutnya, dapat berperan besar dalam memudahkan masyarakat mengakses layanan tersebut.

“Sayangnya juga, banyak diantara mereka yang tidak melakukan skreening dini untuk mencegah gejala penyakit ini,” ungkap Hetifah.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, Aidil Ilmy, menegaskan pentingnya sosialisasi yang dilakukan langsung di tengah masyarakat karena banyak warga yang belum memahami detail pemanfaatan layanan JKN.

Ia menilai pengetahuan mengenai prosedur, jenis layanan, hingga alur rujukan perlu terus disampaikan agar peserta dapat merasakan manfaat maksimal.

Aidil juga mengapresiasi inisiatif Hetifah yang menurutnya menjadi dorongan kuat untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat di Berau.

Di sisi lain, Muhlisin selaku Kepala BPJS Cabang Berau memaparkan berbagai kemudahan layanan yang tersedia, termasuk inovasi mobil JKN keliling yang disiapkan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.

Menurutnya, keberadaan mobil layanan tersebut menjadi solusi bagi masyarakat di daerah terpencil, khususnya ibu-ibu, agar tetap memperoleh fasilitas kesehatan secara optimal.

Salah satu peserta kegiatan, Rahman, turut mengapresiasi upaya pemerintah dan BPJS Kesehatan, namun berharap fasilitas layanan kesehatan bisa diperluas hingga ke wilayah pelosok Berau.

Ia menilai masih ada masyarakat di daerah terpencil yang belum terjangkau layanan kesehatan secara memadai, sehingga pemaksimalan fasilitas perlu menjadi perhatian bersama.

Melalui kegiatan ini, Hetifah berharap pemahaman masyarakat mengenai hak dan manfaat sebagai peserta JKN semakin meningkat.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong kolaborasi dengan BPJS Kesehatan agar akses layanan kesehatan bagi masyarakat Berau semakin merata dan mudah dijangkau. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
#stunting #bpjs kesehatan #sosialisasi #jaminan kesehatan