BERAU POST – Lonjakan kunjungan wisatawan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor jasa transportasi dan kuliner. Hal itu disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said.
Sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Berau diketahui tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan, mulai dari Pulau Derawan, Pulau Maratua, hingga Labuan Cermin.
Disampaikan Said, keindahan laut yang memukau dan ekosistem bawah laut yang kaya menjadikan kawasan tersebut selalu ramai dikunjungi, terutama pada momen libur panjang seperti Lebaran.
Tidak hanya wisata bahari, objek wisata daratan seperti Air Panas Pemapak Bapinang juga mulai menarik perhatian masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.
Pemkab Berau menilai tingginya minat kunjungan wisatawan sebagai peluang strategis untuk memperkuat promosi pariwisata, sekaligus memastikan seluruh layanan di destinasi wisata berjalan optimal.
Arus kunjungan yang meningkat tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di berbagai lini, mulai dari UMKM, jasa transportasi, hingga sektor kuliner dan akomodasi.
“Pergerakan wisatawan ini langsung dirasakan oleh pelaku usaha, mulai dari pedagang, transportasi, hingga penyedia jasa lainnya. Kami terus mendorong agar manfaat ekonomi dari pariwisata dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat,” ujarnya.
Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Berau tidak hanya diminta fokus pada promosi pariwisata, tetapi juga memastikan kesiapan fasilitas pendukung di setiap destinasi.
Hal ini mencakup kebersihan lingkungan, kelayakan sarana dan prasarana, hingga keamanan pengunjung.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memberikan pengalaman wisata yang nyaman dan berkesan, supaya mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung di masa mendatang.
Saat ini, Kabupaten Berau memiliki total 225 destinasi wisata yang tersebar di seluruh wilayah.
Rinciannya terdiri dari 159 objek wisata alam, 39 objek wisata budaya, 27 objek wisata buatan, dan 18 desa wisata yang terus dikembangkan sebagai bagian dari promosi ekonomi berbasis komunitas.
Keberagaman destinasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan memperkuat posisi Berau sebagai tujuan wisata unggulan di Kalimantan Timur.
Selain itu, pembangunan infrastruktur pendukung, peningkatan kualitas pelayanan, dan promosi yang terencana diharapkan mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap pariwisata Berau mampu terus tumbuh, memberikan manfaat luas, dan menjadikan kabupaten ini sebagai destinasi yang selalu dirindukan wisatawan,” tutupnya.
Sekretaris Kampung Biatan Bapinang, Septi mengungkapkan, sejak dibukanya operasional destinasi pada 21 Maret lalu, jumlah kunjungan wisatawan terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga Kamis (25/3), tercatat sekitar 5.600 pengunjung telah datang ke lokasi wisata tersebut. “Jumlah kunjungan ini lebih tinggi dari tahun lalu,” ungkapnya.
Mayoritas wisatawan berasal dari kampung-kampung di Kabupaten Berau. Selain itu, pengunjung juga datang dari luar daerah seperti Samarinda, Kutai Timur, hingga Pulau Jawa, bahkan dari mancanegara tepatnya Belanja.
Di sisi lain, pengelola juga terus melakukan pembenahan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Beberapa fasilitas baru yang telah disediakan antara lain penambahan toilet dan ruang ganti, pembangunan kolam air panas buatan, serta penataan area air dingin yang sudah mulai digunakan sejak momentum libur Natal dan Tahun Baru lalu.
“Ketersediaan fasilitas penunjang seperti homestay masih menjadi tantangan. Saat ini, di kawasan Bapinang belum tersedia penginapan bagi wisatawan,” sebutnya.
Hal itu juga menjadi perhatian untuk terus didorong, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan wisata agar dapat mengembangkan usaha homestay sebagai penunjang sektor pariwisata.
Peningkatan jumlah kunjungan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, khususnya para pedagang yang berjualan di kawasan wisata.
“Aktivitas ekonomi terlihat semakin menggeliat seiring ramainya wisatawan yang datang,” katanya. (aja/arp)
Editor : Nurismi