HARIAN RAKYAT KALTARA — Polres Tarakan melakukan tes urine mendadak kepada seluruh anggotanya, Jumat (27/2).
Kegiatan ini sebagai langkah konkret memastikan tidak ada anggota yang terlibat penyalahgunaan narkotika.
Kasi Humas Polres Tarakan Iptu Rusli mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari penguatan pengawasan internal.
Sekaligus implementasi instruksi Presiden Republik Indonesia terkait pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di seluruh lini pemerintahan, termasuk institusi Polri.
Pelaksanaannya dipimpin langsung Wakapolres Tarakan Kompol Bobi Vaski Pranata didampingi Ps Kasi Propam Iptu Eka Vollyanto bersama personel Sipropam.
“Satu per satu anggota menjalani pemeriksaan secara bergiliran di bawah pengawasan ketat fungsi pengamanan internal,” ujar Rusli.
Ia menegaskan, tes urine ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Melainkan bentuk pengawasan nyata terhadap kedisiplinan dan profesionalisme anggota.
“Ini langkah preventif sekaligus deteksi dini. Kami ingin memastikan seluruh personel benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Menurutnya, pengawasan internal menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.
Aparat penegak hukum, kata dia, harus terlebih dahulu memastikan diri bebas dari pelanggaran. Sebelum melakukan penindakan terhadap masyarakat.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan satu pun personel yang terindikasi positif menggunakan narkotika.
Seluruh hasil tes menunjukkan kondisi negatif. Fakta tersebut menjadi indikator bahwa personel Polres Tarakan berada dalam kondisi baik serta menjunjung tinggi komitmen anti narkoba.
“Kehadiran langsung pimpinan dalam proses pengawasan juga menjadi simbol keseriusan institusi dalam menjaga integritas internal,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, tes urine serupa akan terus dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan.
Selain sebagai deteksi dini, langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat kultur disiplin serta meningkatkan profesionalisme anggota dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum di wilayah Kota Tarakan.
“Dengan pengawasan internal yang konsisten, Polres Tarakan berupaya memastikan setiap personel tetap berada pada jalur yang benar. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dapat terus terjaga,” harap Rusli.
Hal serupa juga dilaksanakan Bidpropam Polda Kaltara. Sebagai bentuk komitmen menjaga integritas dan disiplin anggota Polri dan sesuai arahan Presiden terkait pemberantasan narkoba.
Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abahadhy menjadi yang pertama dalam pemeriksaan tersebut.
Sebagai contoh dan menjadi simbol keteladanan bagi seluruh anggota Polri di wilayah Kaltara.
Tak hanya Kapolda, para Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltara serta perwira lainnya juga turut menjalani tes urine.
Hal ini menunjukkan kegiatan tersebut dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh perwira tanpa pengecualian. (sas/uno)
Editor : Nurismi