Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Awas Salah Pilih! Begini Tips Cerdas Berburu Takjil Higienis Agar Puasa Tetap Sehat

Beraupost • Rabu, 25 Februari 2026 | 15:50 WIB

Ilustrasi takjil. (Freepik)
Ilustrasi takjil. (Freepik)

BERAU POST - Bulan suci Ramadan memang identik dengan tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa.

Beragam jajanan seperti kolak,gorengan, es buah hingga kue tradisional mudah ditemukan di pinggir jalan.

Namun, memilih takjil yang aman dan higienis saat Ramadan sangat penting agar ibadah tetap lancar dan tubuh tetap sehat.

Saat berpuasa, kondisi tubuh cenderung lebih sensitif karena lambung kosong selama berjam-jam.

WHO menegaskan bahwa keamanan pangan sangat penting untuk mencegah penyakit akibat makanan yang terkontaminasi.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, makanan yang tidak higienis dapat menyebabkan keracunan makanan akibat bakteri seperti Salmonella atau E.coli.

Risiko ini meningkat jika makanan disimpan atau disajikan dengan cara yang tidak tepat.

Berikut beberapa tips cerdas memilih takjil yang aman dan higienis saat berbuka puasa Ramadhan sebagaimana dilansir dari laman CDC, WHO, dan FDA  :
 
1. Perhatikan kebersihan penjual

Kebersihan lapak dan peralatan menjadi tanda awal keamanan makanan, WHO menyarankan agar makanan disiapkan dengan tangan dan alat yang bersih untuk mencegah kontaminasi silang.

Jika penjual menggunakan sarung tangan atau penjepit makanan maka itu nilai tambah. Intinya hindari membeli takjil yang dibiarkan terbuka tanpa penutup.

2. Pastikan makanan tertutup dengan baik

Makanan yang terbuka berisiko terkena debu dan serangga. Menurut U.S Food and Drug Administration makanan siap saji sebaiknya dilindungi dari paparan lingkungan luar untuk menjaga kualitas dan keamanan.

Takjil seperti kolak atau bubur sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup. Hal ini membantu menjaga kebersihan sebelum dikonsumsi saat berbuka.

3. Perhatikan suhu penyimpanan

Suhu makanan sangat memengaruhi pertumbuhan bakteri. CDC menjelaskan bakteri berkembang cepat pada suhu antara 4 hingga 60 derajat C jika makanan dibiarkan terlalu lama.

Takjil seperti santan atau pudding sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Pilih makanan yang baru dimasak atau baru dikeluarkan dari pendingin.

4. Hindari warna yang terlalu mencolok

Warna makanan yang terlalu terang bisa menjadi tanda penggunaan warna yang berlebihan.

FDA menyarankan konsumen untuk memperhatikan bahan tambahan makanan dan memilih produk yang aman.

Takjil tradisional seharusnya memiliki warna alami. Jika terlihat terlalu mencolok sebaiknya dihindari.

5. Cek aroma dan tekstur

Indra penciuman dan penglihatan dapat membantu mendeteksi makanan yang tidak segar.

Jangan ragu untuk membatalkan pembelian jika memang aroma tidak meyakinkan. Intinya keamanan lebih penting daripada rasa penasaran.

6. Pilih takjil yang tidak terlalu berminyak

Gorengan memang menjadi favorit menu buka puasa saat Ramadhan. Namun, British Nutrition Foundation menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan tinggi lemak agar tidak mengganggu pencernaan setelah puasa.

Minyak yang digunakan berulang kali juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Oleh sebab itu, pilih gorengan yang terlihat bersih dan tidak terlalu gelap.

7. Perhatikan kemasan dan wadah

Takjil yang dikemas dengan plastik bersih dan tertutup rapat lebih aman. FDA menyebutkan bahwa kemasan yang baik membantu melindungi makanan dari kontaminasi fisik maupun bakteri.

Hindari wadah yang tampak kotor atau digunakan berulang tanpa dicuci. Ini sangat penting menjaga kualitas makanan. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#berbuka puasa #takjil