Dapat Alokasi Rp20 Miliar, Pemkot Bontang Perkuat Fasilitas Sampah Lewat Program LSDP Bank Dunia

BERAU POST - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memperoleh peluang memperkuat pengelolaan sampah melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).
Program bantuan yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Bank Dunia tersebut diharapkan mendukung pembenahan fasilitas persampahan di Bontang.
Keikutsertaan Bontang dalam program LSDP merupakan hasil perjuangan pemerintah daerah melalui tahapan seleksi di tingkat pusat. Pada 2025, sebanyak 30 daerah dinyatakan lolos, termasuk Kota Bontang.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, program tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas layanan persampahan, terutama dalam penyediaan fasilitas pengolahan sampah yang lebih memadai.
Sekaligus mengusulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), fasilitas pengolahan sampah lainnya, serta sanitary landfill untuk mendukung penanganan sampah jangka panjang.
Adapun, bantuan tersebut bukan pinjaman yang harus dikembalikan pemerintah daerah. Namun, pencairannya menggunakan mekanisme penggantian biaya atau reimbursement sesuai ketentuan program.
“Bantuan murni melalui tahapan-tahapan tes. Alhamdulillah, ada 30 daerah yang lolos, termasuk Kota Bontang,” ujarnya, Senin (26/10).
Dalam pelaksanaannya, Neni menjelaskan, pemerintah daerah perlu menyesuaikan setiap kegiatan dengan persyaratan yang ditetapkan Bank Dunia.
Karena itu, perangkat daerah terkait diminta memastikan program yang diajukan sesuai dengan komponen kegiatan yang diperbolehkan.
"Di tahap awal, Bontang direncanakan memperoleh alokasi Rp20 miliar pada tahun depan. Program LSDP secara keseluruhan dirancang berlangsung hingga 2030," tuturnya.



