Susun RAD Pelayanan Kepemudaan, Pemkab Berau Siapkan Generasi Muda Mandiri

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB
PENGUATAN PEMUDA: Pemkab Berau membahas RAD Pelayanan Kepemudaan sebagai acuan pengembangan potensi generasi muda di berbagai sektor. (IZZA/BP)
PENGUATAN PEMUDA: Pemkab Berau membahas RAD Pelayanan Kepemudaan sebagai acuan pengembangan potensi generasi muda di berbagai sektor. (IZZA/BP)

BERAU POST – Pertumbuhan jumlah penduduk usia produktif di Kabupaten Berau menjadi salah satu perhatian dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pelayanan Kepemudaan Tahun 2026.

Pemerintah Kabupaten Berau mendorong agar potensi generasi muda tidak berhenti pada persoalan ketenagakerjaan, tetapi diarahkan menjadi kekuatan baru bagi pembangunan dan perekonomian daerah.

Pembahasan RAD Pelayanan Kepemudaan Kabupaten Berau Tahun 2026 berlangsung di Ruang Sangalaki, Setkab Berau, Selasa (22/9). 

Bupati Berau, Sri Juniarsih, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan Kesra Setkab Berau, Warji, mengatakan, dokumen tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menyusun arah pelayanan kepemudaan secara lebih terstruktur.

Apalagi pemuda memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah. Terlebih dinamika pembangunan di Kalimantan Timur turut menempatkan Berau dalam lingkungan daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan generasi muda yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, memiliki daya saing, serta dibekali karakter dan kemampuan yang mendukung kebutuhan pembangunan.

“Pemuda adalah fondasi utama pembangunan daerah. Berau tentunya membutuhkan generasi muda yang cerdas, adaptif, berdaya saing, dan berkarakter kuat,” katanya.

Ditekankan, pelaksanaan RAD Kepemudaan tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Program kepemudaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar rencana yang disusun dapat diterapkan melalui program masing-masing sektor.

Ia meminta perangkat daerah yang terlibat mengintegrasikan program strategis kepemudaan ke dalam dokumen perencanaan di instansi masing-masing.

Sementara organisasi kepemudaan diharapkan dapat memanfaatkan RAD sebagai pijakan untuk mengembangkan kegiatan dan inovasi. Keberhasilan RAD Kepemudaan Tahun 2026 ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor.

“Pelayanan kepemudaan bukanlah tanggung jawab Dispora semata, melainkan kerja bersama seluruh perangkat daerah, akademisi, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat luas,” ujarnya.

Sejumlah sektor dinilai memiliki ruang yang cukup besar untuk melibatkan pemuda. Seperti di bidang ekonomi kreatif dan pariwisata, misalnya, program dapat diarahkan melalui pelatihan tata kelola homestay, kemampuan pemanduan wisata, hingga pemasaran digital.

Kawasan wisata seperti Maratua, Derawan, dan Bidukbiduk menjadi bagian yang dapat dikembangkan melalui peningkatan kapasitas pemuda setempat.

Sementara di sektor kelautan dan perikanan, bakal dilakukan melalui fasilitasi teknologi pengolahan hasil laut, budidaya modern, serta pengembangan rantai pasok dan pemasaran produk perikanan.

Adapun sektor pertanian dan UMKM dapat diarahkan pada penguatan usaha pemuda tani lokal. Pendampingan juga diperlukan untuk membantu pelaku UMKM muda dalam pengurusan izin usaha dan peningkatan kemasan produk.

Ia menilai bertambahnya populasi usia produktif perlu diikuti dengan penyediaan ruang yang jelas bagi pemuda untuk berkembang. “Jika tidak dikelola dengan baik, akan berpotensi menambah persoalan pengangguran,” ucapnya.

Sebaliknya, jika diarahkan melalui program yang tepat, kelompok usia produktif dapat menjadi bagian dari penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemkab Berau siap memberikan penguatan dan pendampingan agar potensi pemuda di seluruh kecamatan dapat berkembang.

Pelaksanaan program juga diharapkan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi dapat menjangkau pemuda sesuai potensi masing-masing wilayah.

RAD Kepemudaan 2026 diharapkan menjadi acuan bagi perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam membuka lebih banyak ruang bagi pemuda untuk berkarya, mengembangkan usaha, dan mengambil bagian dalam pembangunan Berau.

Sementara Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengatakan, penyusunan RAD Kepemudaan harus dibarengi dengan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan pemuda di lapangan.

Apalagi pemuda Berau memiliki potensi besar untuk mengambil peran dalam berbagai sektor, sehingga pemerintah perlu memastikan ruang pengembangan, pelatihan, dan kesempatan berusaha dapat diakses secara merata.

“Jangan sampai pemuda hanya menjadi objek program. Mereka harus dilibatkan sejak perencanaan sampai pelaksanaan, karena yang paling tahu kebutuhan mereka tentu pemudanya sendiri,” katanya. 

“DPRD akan terus mendorong agar program kepemudaan mendapat dukungan yang memadai dan bisa dirasakan sampai ke kecamatan dan kampung,” lanjutnya.

Dedy menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan, dan masyarakat menjadi kunci agar bonus demografi tidak sekadar menjadi angka.

Ia berharap RAD Kepemudaan 2026 nantinya mampu melahirkan lebih banyak pemuda yang mandiri, produktif, serta berani mengembangkan potensi daerah, termasuk melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, pertanian, dan perikanan. (aja/sam)

Editor : Nurismi
RAD Kepemudaan pemkab berau