Didominasi Sektor Tambang dan Industri Kertas, Investasi di Berau Terus Menunjukkan Tren Positif

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:05 WIB
ILUSTRASI: Investasi Berau cukup tinggi, dan terjadi penyerapan 1.655 tenaga kerja. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Investasi Berau cukup tinggi, dan terjadi penyerapan 1.655 tenaga kerja. (IZZA/BP)

BERAU POST – Realisasi investasi di Berau hingga Triwulan II 2026 mencapai Rp 3.006.624.652.115, atau sekitar 65 persen dari target investasi sepanjang 2026 yang ditetapkan yakni Rp 4,635 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, menyampaikan, khusus pada Triwulan II 2026, realisasi investasi tercatat sebesar Rp 1.494.681.774.909.

Realisasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 999.806.567.024 dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 494.875.207.885.

Dari capaian tersebut, PMDN masih menjadi penyumbang terbesar. Nilainya hampir menyentuh Rp 1 triliun, sedangkan realisasi PMA berada di angka hampir Rp 495 miliar.

Jika digabung dengan capaian pada Triwulan I, total investasi yang telah terealisasi di Berau sepanjang semester pertama 2026 mencapai Rp 3.006.624.652.115.

Dengan target tahunan sebesar Rp 4.635.000.000.000, capaian tersebut menunjukkan bahwa realisasi investasi telah mencapai sekitar 65 persen dari target yang ditetapkan.

Kontribusi investasi pada Triwulan II berasal dari sejumlah sektor usaha. Pada kelompok PMA, sektor industri kertas dan percetakan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 378.307.468.687.

Berikutnya sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran memberikan kontribusi Rp 44.626.257.459. Sementara sektor pertambangan menyumbang Rp 31.586.128.106.

Adapun pada kelompok PMDN, sektor pertambangan menjadi kontributor terbesar dengan nilai realisasi Rp 589.754.735.326.

Sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan berada di posisi berikutnya dengan realisasi Rp 260.003.411.218.

“Kemudian sektor perdagangan dan reparasi mencatatkan realisasi sebesar Rp 54.076.294.875,” lanjutnya.

Selain mencatatkan nilai investasi, realisasi pada Triwulan II 2026 juga diikuti penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 1.655 orang tercatat terserap dalam kegiatan investasi tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.654 orang merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI), sedangkan satu orang tercatat sebagai tenaga kerja asing (TKA).

Capaian investasi hingga semester pertama ini menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi di Kabupaten Berau.

Dengan realisasi yang telah mencapai sekitar dua pertiga dari target tahunan, masih terdapat ruang bagi penambahan investasi pada semester kedua untuk mengejar target Rp 4,635 triliun.

DPMPTSP Berau mencatat, perkembangan tersebut juga berjalan seiring dengan penyerapan tenaga kerja, sehingga realisasi investasi tidak hanya tercermin dari nilai modal yang masuk, tetapi juga dari jumlah tenaga kerja yang terserap selama periode berjalan.

Sebelumnya, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan, upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam urusan penanaman modal tidak hanya berfokus pada menarik investor, tetapi juga memastikan iklim investasi tetap kondusif.

Beberapa langkah yang ditempuh antara lain peningkatan promosi dan kerja sama investasi, perbaikan iklim investasi serta realisasi investasi, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi, hingga peningkatan kualitas pengelolaan perizinan.

Dari sisi capaian, realisasi penanaman modal asing (PMA) pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp 73.519.752. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp 66.836.138.

Sementara itu, PMDN pada tahun 2025 sebesar Rp 2.553.722.251.880, mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2.632.703.352.454.

“Di samping itu kualitas layanan investasi di Berau dinilai tetap terjaga. Layanan perizinan dan non perizinan tepat waktu mencapai 98 persen,” terangnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
industri BPS Berau investasi