Terapkan Wisata Berbasis Pengalaman, Berau Gandeng Utusan Seychelles Kembangkan Air Panas Pemapak

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 14:15 WIB
KUNJUNGAN: Utusan Khusus Presiden Seychelles, Nico Barito, bersama Wakil Bupati Berau Gamalis, saat mengunjungi objek wisata Air Panas Asin Pemapak di Biatan, Berau. (PROKOPIM SETKAB BERAU UNTUK BERAUPOST)
KUNJUNGAN: Utusan Khusus Presiden Seychelles, Nico Barito, bersama Wakil Bupati Berau Gamalis, saat mengunjungi objek wisata Air Panas Asin Pemapak di Biatan, Berau. (PROKOPIM SETKAB BERAU UNTUK BERAUPOST)

BERAU POST - Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya memperkuat sektor pariwisata melalui pengembangan destinasi yang memiliki keunikan dan daya saing.

Salah satu upaya tersebut terlihat saat Wakil Bupati Berau, Gamalis, mendampingi Utusan Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, mengunjungi objek wisata Air Panas Asin Pemapak di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Senin (20/7). 

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata unggulan Berau sekaligus mendiskusikan berbagai peluang pengembangan destinasi yang mengedepankan kearifan lokal, budaya masyarakat, hingga potensi investasi di sektor pariwisata.

Dalam kesempatan itu, Gamalis menyampaikan bahwa Kabupaten Berau memiliki kekayaan wisata alam yang sangat beragam dan masih menyimpan peluang besar untuk dikembangkan.

Menurutnya, kehadiran investor maupun kolaborasi dengan berbagai pihak, akan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pengembangan destinasi wisata agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap semakin banyak kolaborasi dan investasi yang masuk, sehingga pengembangan destinasi wisata dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.

Ia menilai pengembangan objek wisata tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Sementara itu, Nico Barito melihat objek wisata Air Panas Asin Pemapak, memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang memiliki ciri khas tersendiri.

Menurutnya, kekuatan sebuah destinasi tidak hanya terletak pada panorama alam yang indah, tetapi juga pada cerita, budaya, dan identitas lokal yang mampu menciptakan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

Ia menyarankan agar pengembangan Air Panas Pemapak diarahkan pada konsep experience tourism atau wisata berbasis pengalaman.

Melalui pendekatan tersebut, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga memperoleh pengalaman yang berkesan melalui cerita rakyat, budaya, tradisi, hingga aktivitas masyarakat setempat.

“Setiap destinasi harus memiliki cerita. Ketika wisata memiliki narasi yang kuat, wisatawan akan penasaran untuk datang dan bahkan kembali lagi. Kearifan lokal yang dimiliki masyarakat di sekitar kawasan ini harus menjadi bagian dari pengalaman wisata," katanya.

Selain itu, Nico juga mendorong agar pengelola menghadirkan atraksi budaya yang lebih beragam serta menambah berbagai aktivitas pendukung, sehingga kawasan wisata tetap menarik dikunjungi sepanjang tahun, tidak hanya pada musim liburan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pihaknya menyambut baik berbagai saran yang disampaikan dalam pertemuan bersama Nico Barito di ruang kerja Bupati Berau, sebelum kunjungan lapangan dilakukan.

Yudha menjelaskan, salah satu gagasan yang disampaikan adalah memperkuat daya tarik Air Panas Pemapak melalui cerita rakyat yang berkembang di masyarakat.

Cerita-cerita tersebut, termasuk yang memiliki unsur mistik, sejarah, maupun kepercayaan masyarakat mengenai khasiat air panas, dinilai dapat menjadi identitas yang membedakan destinasi tersebut dengan objek wisata lainnya.

“Masukan tersebut membuka wawasan kami bahwa pengembangan destinasi wisata tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga harus mampu menghadirkan cerita dan pengalaman yang kuat bagi wisatawan,” ujarnya.

Selain menggali cerita rakyat, Disbudpar juga didorong untuk mengembangkan atraksi berbasis budaya lokal, seperti ritual adat atau pertunjukan budaya yang dapat dijadwalkan pada waktu-waktu tertentu. Termasuk membuka kesempatan penyelenggaraan wisata malam sebagai daya tarik tambahan.

Menurut Yudha, konsep tersebut menjadi perspektif baru bagi Pemerintah Kabupaten Berau dalam merancang arah pengembangan destinasi wisata ke depan.

Disbudpar akan mempelajari berbagai masukan tersebut dan menyiapkan langkah-langkah lanjutan, agar Air Panas Pemapak dapat berkembang menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya, cerita lokal, dan pengalaman wisata yang autentik bagi para pengunjung.

“Jadi kami rasa, perlu mengambil langkah-langkah untuk pengembangan pariwisata ke depan,” pungkasnya. (sen/udi)

Editor : Nurismi
wisata air panas pemkab berau