BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perikanan (Diskan) Berau akan mengubah wajah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu menjadi kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai ikon wisata bahari di Berau.
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, mengatakan, penataan kawasan tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan aktivitas perdagangan ikan, kuliner, hingga pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam satu kawasan yang tertata.
Upaya tersebut dilakukan dengan menata kawasan serta aktivitas perdagangan, agar seluruh proses jual beli ikan dapat berlangsung di dalam area TPI yang telah disiapkan.
Adapun konsep pengembangan TPI Tanjung Batu dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat, maupun wisatawan yang datang ke kawasan pesisir tersebut.
Pengunjung nantinya juga dapat menikmati sajian kuliner berbahan dasar ikan yang diolah langsung di lokasi oleh pelaku UMKM.
"Nanti masyarakat bisa membeli ikan segar langsung dari nelayan, kemudian diolah atau dibakar di lokasi oleh pelaku UMKM. Kami ingin kawasan ini menjadi tujuan wisata yang memberikan nilai tambah bagi sektor perikanan," ujarnya.
Diakunya, TPI Tanjung Batu memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat ekonomi berbasis kelautan.
Karena itu, penataan kawasan terus dilakukan agar menciptakan lingkungan yang lebih tertata, nyaman, dan mampu menarik lebih banyak pengunjung.
Kawasan tersebut juga dipersiapkan sebagai ruang tumbuh bagi pelaku UMKM kuliner. Wisatawan yang ingin membawa pulang hasil laut segar pun nantinya dapat memanfaatkan fasilitas pendukung, termasuk penyimpanan menggunakan cool box.
Diskan Berau juga memberikan masa transisi bagi para pedagang yang akan menempati lapak baru. Selama tiga bulan pertama, pedagang dibebaskan dari kewajiban membayar retribusi sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap proses penyesuaian.
Menurutnya, kebijakan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk mengevaluasi sistem pengelolaan kawasan, serta memastikan seluruh fasilitas yang tersedia benar-benar mampu mendukung aktivitas nelayan maupun pedagang.
"Kami ingin proses penataan berjalan bertahap. Masa pembebasan retribusi ini menjadi kesempatan untuk melihat kebutuhan di lapangan sebelum aturan diterapkan secara penuh," katanya.
Setelah masa evaluasi berakhir, penerapan retribusi akan mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2025. Dalam aturan tersebut, tarif sewa lapak ditetapkan sebesar Rp 20 ribu per meter persegi setiap pekan.
Pun akan menyiapkan pembangunan berbagai fasilitas pendukung di kawasan TPI Tanjung Batu. Di antaranya pabrik es dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang diharapkan dapat menekan biaya operasional nelayan, sekaligus meningkatkan jumlah kapal yang mendaratkan hasil tangkapannya di sana.
Secara bertahap TPI Tanjung Batu akan dijadikan pusat ekonomi perikanan yang terintegrasi dengan sektor pariwisata. Sehingga ke depan akan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Berau.
“Kami optimistis aktivitas ekonomi di TPI Tanjung Batu semakin berkembang. Kehadiran nelayan, pedagang, pelaku UMKM, hingga wisatawan di satu kawasan diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar,” terangnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT TPI Tanjung Batu, Frederik Sibulo, menjelaskan, kehadiran TPI merupakan bagian dari upaya penataan pedagang ikan yang sebelumnya tersebar di pinggir jalan kawasan Tanjung Batu. Dengan adanya fasilitas ini, aktivitas perdagangan menjadi lebih tertib dan terpusat.
“Selama ini pedagang ikan berjualan di pinggir jalan. Sekarang sudah kami arahkan masuk ke TPI agar lebih rapi dan memudahkan pembeli,” ujarnya, Selasa (5/5).
Tercatat, sebanyak 23 lapak disiapkan di dalam area TPI. Dari jumlah tersebut, saat ini sudah dimanfaatkan oleh 18 pengecer ikan yang sebelumnya berjualan secara mandiri. Ia berharap seluruh pelaku usaha perikanan di pesisir dapat segera memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Selain memberikan kenyamanan bagi pedagang, keberadaan TPI juga memudahkan masyarakat maupun wisatawan mendapatkan berbagai jenis ikan segar dalam satu lokasi.
Mengingat Tanjung Batu merupakan pintu gerbang menuju kawasan wisata Pulau Derawan, potensi pasar dari sektor pariwisata dinilai cukup besar.
“Wisatawan yang datang ke Derawan bisa dengan mudah membeli ikan segar di sini. Jenisnya juga beragam sesuai kebutuhan,” tambahnya. (aja/sam)
Editor : Nurismi