BERAU POST – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau masih menghadapi keterbatasan fasilitas perkantoran, setelah resmi berdiri sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) mandiri yang terpisah dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau.
Kondisi tersebut membuat sejumlah bidang di lingkungan Disdamkarmat harus berbagi ruang kerja dalam satu area terbuka, yang sejatinya diperuntukkan sebagai lokasi latihan fisik personel, gudang penyimpanan peralatan, serta pos siaga petugas piket.
Meski berada dalam keterbatasan, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Bahkan, Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, memilih berkantor bersama para pegawai dan personelnya di ruang terbuka tersebut untuk memudahkan koordinasi sehari-hari.
Menurut Rakhmadi, langkah tersebut diambil agar komunikasi antarpegawai dapat berlangsung lebih cepat tanpa harus berpindah-pindah ruangan.
Ia mengaku tidak mempermasalahkan kondisi ruang kerja yang jauh dari kata ideal selama tugas pelayanan kepada masyarakat tetap dapat dijalankan dengan baik.
“Teman-teman semuanya bekerja di sini, jadi koordinasi lebih mudah,” ujarnya belum lama ini.
Rakhmadi menuturkan, dirinya sengaja meninggalkan ruang kerja pribadi yang dilengkapi pendingin udara demi menjaga kebersamaan dengan para pegawai yang setiap hari bekerja di tengah kondisi ruangan terbuka.
“Kalau mereka kepanasan, tidak enak kalau saya sendiri berada di ruangan yang dingin,” katanya.
Ia menilai suasana kerja yang menyatu justru memberikan dampak positif terhadap komunikasi lintas bidang.
Berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat dibahas secara cepat tanpa harus melalui proses koordinasi yang panjang.
Meski demikian, ia tidak menampik bahwa kebutuhan akan fasilitas kerja yang lebih representatif tetap menjadi perhatian utama.
Terlebih, Disdamkarmat memiliki tanggung jawab besar dalam penanganan kebakaran maupun penyelamatan yang membutuhkan kesiapsiagaan tinggi.
Saat ini kata Rakhmadi, pemerintah daerah tengah memproses penataan dan pembagian ruang kerja bagi masing-masing bidang di lingkungan Disdamkarmat. Proses tersebut masih menunggu keputusan resmi dari Sekretaris Kabupaten Berau.
“Yang diproses sekarang pembagian ruang untuk tiap bidang, bukan pembangunan gedung baru,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, meminta pemerintah daerah segera menuntaskan proses pembagian ruang yang saat ini masih berjalan.
Menurutnya, keberadaan kantor yang layak akan mendukung kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mendorong pemerintah segera menyelesaikan prosedur pembagian ruangan,” ujarnya.
Ia menilai Disdamkarmat sebagai salah satu instansi yang memiliki tugas vital, sehingga perlu didukung sarana dan prasarana yang memadai.
Dengan fasilitas kerja yang lebih representatif, kenyamanan pegawai dapat meningkat dan pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih optimal.
“Harapannya Disdamkarmat memiliki kantor yang nyaman dan representatif sehingga pelayanan bisa semakin maksimal,” pungkasnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi