Jadi Korban Penipuan Kerja di Kaltara, 9 Warga Terlantar di Berau Akhirnya Dipulangkan ke Daerah Asal

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 5 Mei 2026 | 14:33 WIB
Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi. (IZZA/BP)
Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi. (IZZA/BP)

BERAU POST – Dinas Sosial (Dinsos) Berau berhasil merujuk 9 orang terlantar yang sempat ditampung di rumah singgah untuk dipulangkan ke daerah asalnya. Pemulangan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi, menjelaskan, seluruh warga tersebut merupakan korban penipuan tenaga kerja. Mereka sebelumnya dijanjikan pekerjaan di sebuah perusahaan kelapa sawit di Kalimantan Utara, namun pada akhirnya kabur hingga masuk ke wilayah Berau dan menjadi terlantar.

Dijelaskan, penanganan orang terlantar pada prinsipnya berujung pada pemulangan atau reunifikasi dengan keluarga.

Hal ini dilakukan, untuk memastikan mereka kembali ke lingkungan yang lebih aman dan memiliki dukungan sosial.

“Penanganan orang terlantar itu ujungnya adalah dirujuk atau direunifikasi ke keluarga. Kalau orang terlantar ada di Berau kita pulangkan, kita kembalikan ke keluarganya,” jelasnya kepada Berau Post, kemarin (4/5).

Bagi mereka yang berasal dari luar daerah, proses pemulangan dilakukan dengan mengembalikan mereka ke daerah asal masing-masing.

“Kalau asalnya dari luar daerah, ya kita pulangkan ke daerah asal. Tapi karena kebijakan efisiensi anggaran di daerah, akhirnya pembiayaan itu kita estafet. Nanti biaya pemulangan mereka dicover pemerintah oleh provinsi,” terangnya.

Dari sembilan orang yang ditangani, sebagian besar berasal dari luar Kalimantan, di antaranya Palembang, Garut, hingga Bandung dan sebagainya. Selama proses pemulangan, mereka terlebih dahulu ditampung di rumah singgah milik Dinsos Berau.

“Akhirnya kita tampung dulu di rumah singgah sementara. Karena tidak mungkin kita biarkan mereka terlantar di jalan,” katanya.

Iswahyudi mengungkapkan, hingga saat ini tujuh orang telah berhasil dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Sementara dua orang lainnya masih dalam proses dan koordinasi lebih lanjut.

“Dari sembilan orang, tujuh sudah dipulangkan. Sisanya masih dalam proses,” ungkapnya.

Pihaknya tidak mungkin memulangkan para korban ke lokasi awal tujuan kerja di Kalimantan Utara, guna menghindari potensi permasalahan baru. “Jadi kita kembalikan langsung ke daerah asal melalui bantuan provinsi,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga kerap menangani warga terlantar dengan kondisi khusus, seperti sakit atau lanjut usia.

Untuk kategori ini, penanganan biasanya dilakukan secara langsung oleh Dinsos Berau, tergantung pada ketersediaan anggaran.

“Itu yang disebut orang terlantar dengan risiko tinggi, yakni sakit atau lansia. Itu biasanya kita tangani sendiri kalau ada anggarannya,” ujarnya.

Dicontohkan, Dinsos Berau pernah memfasilitasi pemulangan warga terlantar hingga ke luar Pulau Kalimantan, seperti ke Lamongan, Jawa Timur. Dalam beberapa kasus, pihaknya juga bekerja sama dengan paguyuban untuk membantu pembiayaan.

“Kadang juga kami bekerja sama dengan paguyuban, sharing anggaran untuk membantu pemulangan,” tuturnya.

Ia berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan provinsi agar penanganan warga terlantar dapat berjalan maksimal. Mengingat, kasus serupa masih berpotensi terjadi.

“Yang jelas kami berupaya semaksimal mungkin agar mereka tidak terlantar dan bisa kembali ke keluarganya dengan aman,” pungkasnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
dijanjikan kerja dipulangkan terlantar Dinsos Berau kelapa sawit