Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jangan Sekadar Potong Pita! Elita Herlina Ingatkan Persiapan RSUD Tanjung Redeb Harus Matang Jelang 20 Mei

Nurismi • Selasa, 28 April 2026 | 14:15 WIB
SIAP BEROPERASI: Rsud Tanjung Redeb akan segera beroperasi pada Mei ini. (MARNI/BP)
SIAP BEROPERASI: Rsud Tanjung Redeb akan segera beroperasi pada Mei ini. (MARNI/BP)

BERAU POST - Mendekati batas operasi Rumah Sakit Tanjung Redeb, Komisi I DPRD Berau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau. RDP juga menghadirkan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, Senin (27/4).

Diutarakan Ketua Komisi II DPRD Berau, Elita Herlina, pembukaan rumah sakit baru pada 20 Mei 2026 mendatang, menjadi tanda tanya besar, apakah persiapan sudah matang atau masih dalam proses.

Menurut Elita, pembukaan rumah sakit baru pada 20 Mei 2026 mendatang, menjadi tanda tanya besar, apakah persiapan sudah matang atau masih dalam proses.

“Peralatannya seperti apa, termasuk SDM yang akan ditempatkan?” tanyanya dalam rapat.

Ditegaskannya, pembukaan rumah sakit baru jangan hanya sekadar agenda potong pita, terlebih kondisi RSUD dr Abdul Rivai yang turun kelas menjadi D. “Dibenahi dulu apa yang menjadi pelengkap,” tuturnya.

Tak cuma soal rumah sakit baru, pada kesempatan itu Elita juga menyinggung soal utang piutang, termasuk persedian obat yang menjadi polemik di RSUD dr Abdul Rivai. “Ini kan viral, apa penyebab utang menumpuk dan obat kosong?” ucap Elita keheranan.

Sementara Waka II DPRD Berau, Sumadi, menuturkan, dalam pengoperasian rumah sakit yang baru memang ada kendala yakni di bagian Tempat Pengelolaan Sampah (TPA). Namun ia yakin, peresmian gedung rumah sakit akan sesuai jadwal.

“Masalah TPA juga kami bahas. Menurut DLHK, tinggal persiapan di Kampung Pegat Bukur. Soal RSUD dr Abdul Rivai saya rasa penjelasan direktur sudah jelas, tinggal menunggu eksekusinya saja,” tuturnya.

Adapun Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram, mengatakan, terkait masalah kekosongan obat tidak sepenuhnya benar.

Bahkan ia menegaskan sebanyak 13 poli rawat jalan tetap beroperasi. “Kosong bukan berarti tidak ada. Kami hanya kekurangan obat,” ujarnya.

Sebagai tenaga medis ditegaskannya, dokter memiliki ilmu untuk mencari pengganti obat yang sama. Ia mencontohkan, jika obat A kosong bisa diganti dengan obat B. Karena itu, Jusram memastikan tidak ada penghentian pelayanan. “Semua berjalan normal,” ujarnya.

Terkait utang piutang, Jusram mengatakan, ada keterlambatan pembayaran kepada vendor. Ada dua sebab yang terjadi, pertama keterlambatan vendor menyerahkan tagihan. Kemudian, belum terbayarnya beberapa vendor.

Selain itu tambahnya, RSUD saat ini telah melakukan penambahan dokter spesialis. Termasuk spesialis saraf, jantung dan lainnya. Ada 10 dokter spesialis yang didatangkan ke rumah sakit plat merah tersebut.

“Tidak semua dibayar oleh pemkab untuk pembayaran gaji dan insentif, ada yang menggunakan dana BLUD,” tambahnya.

Sementara Konsultan Teknis RS Tanjung Redeb, Sahril Andi Paringi, optimistis rumah sakit akan berjalan sesuai tanggal yang sudah ditetapkan. “Untuk masalah SDM, kami sudah siapkan 70 staf, persiapan sudah 91 persen,” tuturnya.

Terkait dengan alat kesehatan, Ia mengatakan semua sudah sesuai dengan koridor, namun untuk masalah lingkungan pihaknya juga masih menunggu lanjutan pemindahan Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Bujangga.

“9 persen itu masalah teknis termasuk berkas,” katanya.

Dilanjutkannya, dalam 9 persen yang belum lengkap itu juga termasuk di antaranya sarana prasarana, dokumen, gedung. Hanya masalahnya dana yang kurang. “Masih ada waktu 20 hari lebih, termasuk membeli alat, cukup kok waktunya,” klaimnya. (aja/hmd/sam)

Editor : Nurismi
#kesiapan sdm #DPRD Berau #pelayanan kesehatan