Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Beroperasi 20 Mei: Bakal Rombak Manajemen RSUD Tanjung Redeb, Bupati Berau Beri Sinyal Perubahan

Nurismi • Selasa, 28 April 2026 | 13:40 WIB
DITINJAU: Bupati Berau Sri Juniarsih saat meninjau kesiapan RSUD Tanjung Redeb yang rencananya segera beroperasi. (MARNI/BP)
DITINJAU: Bupati Berau Sri Juniarsih saat meninjau kesiapan RSUD Tanjung Redeb yang rencananya segera beroperasi. (MARNI/BP)

BERAU POST - Pemkab Berau terus mematangkan kesiapan operasional RSUD Tanjung Redeb, dengan memprioritaskan layanan rawat jalan sebagai tahap awal.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, turun langsung meninjau fasilitas rumah sakit guna memastikan layanan dan sarana penunjang siap digunakan, meski masih ada sejumlah kekurangan yang terus dibenahi secara bertahap.

Dalam kunjungan itu, bupati mengecek beberapa bagian penting. Mulai dari ruang poli, ruang tunggu, hingga fasilitas penunjang lainnya.

“Saya ingin meninjau beberapa tempat, terkhususnya untuk rawat jalan dulu. Karena namanya kita pindahan itu tidak langsung sempurna, pasti ada kekurangan. Itu yang kita persiapkan dan kita perbaiki, ke depannya tetap on progress,” ujarnya usai peninjauan kemarin (27/4).

Adapun layanan rawat inap akan disiapkan secara bertahap, termasuk penyediaan tempat tidur yang menjadi salah satu syarat izin operasional rumah sakit.

“Karena kita konsentrasi untuk rawat jalan dulu. Selanjutnya, kita juga menyiapkan beberapa bed untuk rawat inap, karena itu merupakan persyaratan untuk izin operasional,” tambahnya.

Terkait perizinan, Ia memastikan izin operasional RSUD telah selesai. Sebab, izin tersebut tidak akan keluar apabila rumah sakit tidak siap untuk dibuka.

Dalam peninjauan tersebut, beberapa hal menjadi perhatian di antaranya pendingin ruangan (AC), fasilitas di masing-masing poli, serta kenyamanan ruang tunggu. Selain itu, penataan area luar seperti tanggul penahan dan taman juga masuk dalam daftar pembenahan.

“Untuk ruang registrasi saya minta disiapkan beberapa AC standing supaya nyaman. Untuk beberapa poli, saya cek juga masih dalam persiapan,” katanya.

Diaku, masih ada sejumlah perlengkapan dan alat kesehatan yang dalam proses pengiriman. Meski sempat mengalami keterlambatan, pihaknya optimistis seluruh kebutuhan dapat segera terpenuhi.

“Beberapa perlengkapan masih dalam proses perjalanan. Memang agak sedikit mengalami keterlambatan, tetapi InsyaAllah bisa kita jalankan semuanya,” ucapnya.

Meski belum sepenuhnya sempurna, ia menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan. “RSUD ini adalah kebanggaan kita dan tanggung jawab saya sebagai kepala daerah untuk memberikan pelayanan terbaik.

Memang belum sempurna, tetapi dengan kerja sama OPD terkait, kita berkomitmen menjadikannya rumah sakit terbaik di Berau,” tegasnya.

Ia juga menyoroti keterbatasan kapasitas rumah sakit yang ada saat ini, sehingga kehadiran RSUD Tanjung Redeb diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

“RSUD dr Abdul Rivai sudah tidak bisa meng-cover pasien. Jadi kita harus memaksimalkan pemanfaatan rumah sakit ini,” jelasnya.

Bahkan diakunya juga, manajemen RSUD yang ada saat ini banyak mengalami pernasalahan. Untuk itu dia menyebut ke depan akan ada perubahan manajemen, namun belum dapat disampaikannya secara rinci.

“Nanti akan ada perubahan manajemen. Itu kewenangan saya, hasilnya akan terlihat ke depan,” singkatnya.

Sementara untuk tenaga kesehatan, pemerintah daerah ditegaskannya akan melakukan pembagian sumber daya manusia yang ada. Salah satunya dengan memanfaatkan tenaga dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pengembangan Permukiman, Penataan Bangunan dan Jasa Konstruksi (P3BJK) DPUPR Berau, Anang Wahananto, menyampaikan bahwa secara umum pembangunan fisik RSUD telah selesai.

“Secara umum struktur pembangunan ini sudah cukup dan sudah selesai. Struktur utama sudah ada semua, tinggal perlengkapan dan beberapa fasilitas yang perlu disempurnakan,” jelasnya.

Pihaknya menargetkan seluruh penyempurnaan dapat diselesaikan sebelum rumah sakit mulai beroperasi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kenyamanan ruang tunggu poli yang saat ini terpapar langsung sinar matahari.

“Nanti kita rekayasa dengan pemasangan stiker di kaca untuk mengurangi sinar matahari yang masuk langsung ke ruang tunggu,” ujarnya.

Selain itu, ditemukan juga adanya keretakan di area halaman akibat penurunan tanah. Namun, ia memastikan hal tersebut tidak berkaitan dengan struktur utama bangunan.

“Itu karena penyesuaian tanah baru, tidak ada hubungan dengan struktur utama. Pembangunan tanggul penahan di bagian depan juga masih dalam proses, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi longsor," bebernya. (aja/sam)

 

Editor : Nurismi
#kepadatan #RSUD Tanjung Redeb #bupati berau #pasien