BERAU POST – Upaya menekan angka pengangguran serta mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kabupaten Berau terus dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau.
Salah satu langkah yang ditempuh yakni memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan perusahaan maupun serikat pekerja di Bumi Batiwakkal.
Kepala Disnakertrans Berau, Anang Saprani, mengatakan, persoalan ketenagakerjaan harus menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, stabilitas dunia kerja sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi masyarakat dan daerah.
“Masalah ketenagakerjaan ini memang sudah seharusnya menjadi perhatian bersama, karena menyangkut kesejahteraan masyarakat, kesempatan kerja, dan keberlangsungan usaha,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk menekan jumlah pengangguran di Kabupaten Berau, pihaknya akan terus menjalin koordinasi intensif dengan berbagai perusahaan serta serikat pekerja. Langkah itu dinilai penting agar setiap persoalan di lapangan dapat didiskusikan dan dicarikan solusi bersama.
Menurut Anang, komunikasi yang baik antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja menjadi kunci menciptakan hubungan industrial yang sehat. Dengan begitu, potensi konflik ketenagakerjaan hingga ancaman PHK dapat diminimalisasi.
“Kami akan terus melakukan koordinasi dan diskusi bersama pihak perusahaan maupun serikat pekerja. Tujuannya agar setiap kendala bisa dibahas bersama dan tidak sampai berdampak pada meningkatnya pengangguran,” jelasnya.
Selain itu, Disnakertrans Berau juga mendorong perusahaan memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan dan kompetensi yang ada. Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja juga menjadi fokus pemerintah daerah.
Ia berharap, dengan sinergi seluruh pihak, iklim ketenagakerjaan di Berau tetap kondusif dan mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
“Harapan kami dunia usaha tetap berkembang, pekerja terlindungi, dan masyarakat memiliki peluang kerja yang lebih luas,” pungkasnya.
Terpisah, Anggota Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong menilai bahwa hal ini memang harus menjadi perhatian karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak.
Jika tidak ditangani dengan baik, dikhawatirkan angka pengangguran akan terus meningkat dan berdampak pada persoalan sosial lainnya.
“Menekan angka pencari kerja atau pengangguran di Berau memang harus menjadi perhatian serius. Karena hal ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau perlu menghadirkan solusi konkret agar para pencari kerja dapat terkoordinir dengan baik. Salah satunya dengan koordinasi bersama pihak perusahan.
“Disnakertrans harus aktif menjembatani antara pencari kerja dan perusahaan. Jangan sampai banyak lowongan, tetapi masyarakat kita tidak mendapat informasi atau tidak sesuai kualifikasi,” tegasnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi