BERAU POST – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau mulai melakukan langkah antisipasi dan pencegahan kebakaran melalui pengecekan jalur hidran di sejumlah wilayah.
Kegiatan ini difokuskan di Kecamatan Sambaliung dan akan segera dilanjutkan ke wilayah Tanjung Redeb.
Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan, pengecekan ini bertujuan memastikan seluruh fasilitas hidran dapat berfungsi optimal saat dibutuhkan.
“Kami cek langsung di lapangan, dibuka apakah mudah atau tidak, dan memastikan airnya mengalir,” ujarnya Jumat (17/4).
Dari hasil pengecekan awal, sedikitnya enam titik hidran di Kecamatan Sambaliung telah diperiksa oleh tim. Hasilnya menunjukkan bahwa secara umum kondisi hidran masih berfungsi dengan baik, termasuk aliran air yang dinilai cukup untuk mendukung operasional pemadaman.
Rakhmadi menjelaskan, fungsi utama hidran tersebut bukan untuk penyiraman langsung ke titik api, melainkan sebagai sumber pengisian ulang air bagi mobil tangki pemadam. “Debit airnya cukup untuk kecepatan isi ulang mobil tangki, jadi membantu mempercepat respon,” jelasnya.
Ia mengaku, saat ini pihaknya masih menghadapi sejumlah kendala terutama terkait belum adanya pelimpahan aset dan personel secara penuh. Meski demikian, upaya pencegahan tetap dijalankan secara bertahap. “Memang belum ada pelimpahan aset dan staf, tapi kami tetap bergerak untuk pencegahan,” katanya.
Selain di Sambaliung, laporan awal juga menyebutkan kondisi hidran di wilayah Teluk Bayur cukup baik. Namun demikian, pihaknya tetap akan melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi riil di lapangan. “Di Teluk Bayur dilaporkan bagus, tapi tetap akan kami cek ulang,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, pengecekan serupa juga akan dilakukan di Kecamatan Tanjung Redeb. Disdamkarmat ingin memastikan seluruh titik hidran di wilayah perkotaan dapat diandalkan, terutama saat kondisi cuaca panas yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Ke depan, Disdamkarmat juga berencana melakukan pendataan dan penandaan lokasi hidran secara digital. “Nanti akan kita tagging, sehingga mobil damkar bisa cek lokasi pengisian lewat peta digital,” terangnya.
Langkah ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu warga Sambaliung, Putera, menilai pengecekan tersebut penting untuk memastikan kesiapan sarana pemadam. “Bagus kalau dicek, jadi saat kebakaran bisa lebih efektif,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini terus dilakukan secara berkala, mengingat kondisi cuaca panas belakangan ini cukup ekstrem.
“Mudah-mudahan ini jadi langkah antisipasi, apalagi panasnya sekarang terasa sekali,” tukasnya.
Dengan pengecekan rutin dan pemetaan yang lebih baik, diharapkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di Kabupaten Berau semakin meningkat. (sen/sam)
Editor : Nurismi