BERAU POST — Peta kekuatan politik PDI Perjuangan di Kabupaten Berau memasuki babak baru.
Rudi P Mangunsong resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang atau DPC PDI Perjuangan Kabupaten Berau.
Penetapan itu merupakan hasil dari Konferensi Cabang atau Konfercab serentak yang digelar di Novotel Balikpapan. Agenda strategis tersebut rampung dilaksanakan pada Senin (8/12) malam lalu.
Terpilihnya Rudi P Mangunsong menjadi sinyal kuat penyegaran di tubuh partai berlambang banteng wilayah Berau.
Ia diharapkan mampu membawa energi baru dan strategi progresif dalam menghadapi dinamika politik lokal maupun nasional.
Setelah memegang mandat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Berau, Rudi mengawali masa jabatannya dengan konsolidasi besar-besaran, sebuah langkah strategis yang disebutnya sebagai “pekerjaan wajib” dari DPP yang harus segera dirampungkan.
“Ini agenda utama. Pembenahan struktural harus dimulai dari bawah. Seluruh pengurus kami tata kembali sesuai arahan DPP,” tegasnya.
Mengenai Pemilu 2029, Rudi tidak ingin berbicara terlalu jauh soal target besar. Namun ia menegaskan PDIP Berau akan menetapkan sasaran yang realistis sekaligus menantang satu kursi di setiap daerah pemilihan (dapil).
“Tidak usah muluk-muluk. Minimal tiap dapil ada satu perwakilan. Yang penting kita tempatkan kader terbaik dan bekerja maksimal turun ke bawah melihat situasi lapangan,” ujarnya.
Dengan strategi berbasis kerja lapangan dan pembacaan kondisi riil masyarakat, Rudi optimistis target tersebut berada dalam jangkauan.
Salah satu gebrakan yang paling mencolok di bawah kepemimpinan Rudi adalah masuknya gelombang besar kader muda.
Bahkan sekitar 50 persen pengurus baru PDIP Berau kini diisi oleh anak-anak muda yang dianggap memiliki visi, energi, dan keberanian untuk mengeksekusi strategi partai.
“Kami punya banyak anak muda yang visioner. Mereka ini pemikir dan pekerja. Karena itu wajib kita beri ruang, termasuk menempatkan mereka di kursi-kursi strategis,” jelasnya.
Regenerasi inipun diharapkan menjadi mesin pendorong untuk memperkuat daya saing partai, sekaligus mendekatkan PDIP Berau dengan pemilih muda.
Ia juga memastikan bahwa seluruh upaya konsolidasi ini bukan sekadar agenda internal, melainkan persiapan masif menuju Pilkada dan Pileg.
Apalagi kekuatan PDIP disebutnya tidak pernah berdiri dari kerja individu, melainkan dari budaya gotong royong yang mengakar kuat.
“Kita upayakan semaksimal mungkin dengan gotong-royong bersama seluruh struktural pengurus,” katanya.
“Yang penting kerja turun ke masyarakat dan benar-benar memahami kondisi di lapangan,” tambahnya.(aky/arp)
Editor : Nurismi