Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Pilot Project Blue Economy: Kampung Buyung-Buyung Berau Dilirik Seychelles Jadi Percontohan Ekonomi Biru

Beraupost • Rabu, 5 November 2025 | 13:25 WIB
MANGROVE: Bupati Berau Sri Juniarsih mendampingi Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, saat mengunjungi Kampung Buyung-buyung Kecamatan Tabalar. (PROKOPIM UNTUK BP)
MANGROVE: Bupati Berau Sri Juniarsih mendampingi Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, saat mengunjungi Kampung Buyung-buyung Kecamatan Tabalar. (PROKOPIM UNTUK BP)

BERAU POST – Kampung Buyung-Buyung di Kecamatan Tabalar kini menjadi sorotan.

Kawasan pesisir yang dulu hanya dikenal sebagai kampung nelayan itu, mulai dilirik sebagai percontohan pengembangan ekonomi biru atau blue economy di Kabupaten Berau.

Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan dalam upaya mendorong pengembangan ekonomi biru di Kabupaten Berau, pihaknya telah menerima kunjungan Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, pada pekan lalu.

Sri Juniarsih menilai kunjungan Dubes Seychelles membuka peluang kerja sama internasional. Ia menyebut Kampung Buyung-Buyung bisa menjadi pilot project blue economy dan blue food di Berau.

“Hasil laut di sini masih segar dan alami. Produk seperti terasi dan ebi bisa jadi unggulan UMKM kita,” katanya.

Ia berharap kerja sama dengan Seychelles dan lembaga terkait bisa berlanjut, tidak hanya dalam bentuk pertukaran ilmu, tapi juga kolaborasi nyata untuk peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

Potensi yang sama ini menurutnya harus diangkat, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional, untuk meningkatkan ekonomi biru dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Berau.

“Berau punya potensi besar di laut dan darat. Kalau dikelola dengan prinsip ekonomi biru, saya yakin kesejahteraan masyarakat bisa meningkat tanpa mengorbankan alam,” tuturnya.

Diharapkan, Kampung Buyung-Buyung dapat memanfaatkan potensi wisata alam, laut, dan budayanya untuk mencapai kemajuan ekonomi serupa dengan yang dicapai oleh Seychelles.

Sementara Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, menyampaikan, konsep ekonomi biru yang kini digalakkan Berau sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang diterapkan di negaranya.

Seychelles sebuah negara kepulauan kecil di Samudra Hindia yang mengandalkan laut sebagai sumber utama kehidupan.

“Seychelles bisa tumbuh maju karena menjaga lautnya. Laut bukan hanya sumber ikan, tapi juga sumber kesejahteraan jika dikelola bijak,” katanya.

Ia menilai, Berau memiliki modal besar untuk mengembangkan potensi serupa, terutama lewat perikanan, pariwisata, dan konservasi pesisir.

Hutan mangrove di Buyung-Buyung, sudah menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat bisa hidup berdampingan dengan alam tanpa merusaknya.

Nico juga menyinggung pentingnya pengelolaan mangrove secara berkelanjutan. Selain berfungsi ekologis, mangrove memiliki nilai ekonomi karena menyimpan karbon dan bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata edukatif.

“Konservasi di sini sudah bagus dan alami. Tinggal bagaimana masyarakat terus diberdayakan, misalnya lewat koperasi atau usaha berbasis kampung,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Ia juga menyoroti potensi besar sektor perikanan. Kampung Buyung-Buyung dikenal menghasilkan udang organik dan kepiting bakau hingga ratusan ton per hari.

Namun, ia menilai perlu ada dukungan fasilitas seperti cold storage dan kemasan yang menarik agar produk lokal punya nilai tambah dan bisa bersaing di pasar ekspor.

“Udang bisa diolah jadi terasi, ebi, atau produk lain. Bahkan limbah kulitnya bisa diolah jadi tepung atau bahan kosmetik. Tak ada yang terbuang kalau dikelola dengan teknologi,” tambahnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#blue food #ekonomi biru #organik #udang